Friday, 14 Rajab 1442 / 26 February 2021

Friday, 14 Rajab 1442 / 26 February 2021

IDI: 647 Nakes Wafat Akibat Covid-19

Kamis 28 Jan 2021 12:41 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati, Dessy Suciati Saputri/ Red: Andri Saubani

Sejumlah tenaga kesehatan membawa peti berisi jenazah almarhum dokter yang menjadi korban Covid-19. (ilustrasi)

Sejumlah tenaga kesehatan membawa peti berisi jenazah almarhum dokter yang menjadi korban Covid-19. (ilustrasi)

Foto: Antara/FB Anggoro
Dari 647 tenaga kesehatan yang meninggal dunia, 289 di antaranya merupakan dokter.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) kembali melaporkan jumlah tenaga kesehatan yang meninggal dunia akibat Covid-19 selama pandemi Covid-19 di Indonesia. Sejak 2 Maret hingga 27 Januari 2021, sebanyak 647 tenaga kesehatan meninggal dunia.

"Dari 647 tenaga kesehatan meninggal dunia, 289 di antaranya merupakan dokter. Sementara itu, 27 orang merupakan dokter gigi, 221 perawat, 84 bidan, 11 apoteker dan 15 tenaga laboratorium medik," ujar Ketua Tim Mitigasi PB IDI Adib Khumaidi seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Republika, Kamis (28/1).

Adib menambahkan, para dokter yang wafat tersebut terdiri dari 161 dokter umum (empat guru besar), 123 dokter spesialis (12 guru besar), serta lima residen, yang keseluruhannya berasal dari 26 IDI Wilayah (provinsi) dan 116 IDI Cabang (kota/kabupaten). Ratusan tenaga kesehatan meninggal dunia akibat Covid-19 ini tersebar di 30 provinsi di Indonesia.

Di tiga besar kasus kematian nakes, Jawa Timur 56 dokter, 6 dokter gigi, 89 perawat, 4 tenaga lab medik dan 33 bidan. DKI Jakarta 43 dokter, 10 dokter gigi, 25 perawat, dua apoteker, tiga tenaga lab medik dan tujuh bidan. Jawa Tengah 41 dokter, 2 dokter gigi, 27 perawat, tiga tenaga lab medik dan dua bidan.

Baca Juga

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng M Faqih meminta tenaga kesehatan agar tak khawatir mengikuti program vaksinasi Covid-19 yang telah mulai berjalan. Usai mendapatkan suntikan dosis kedua vaksin Covid-19 di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (27/1) pagi, Faqih menekankan vaksinasi sangat penting dilakukan bagi para tenaga kesehatan.

Setelah mendapatkan suntikan vaksinasi tahap pertama pada dua pekan lalu, ia mengaku hanya merasakan efek samping pegal-pegal di lengannya. Efek samping itupun akan mereda dengan sendirinya setelah sekitar lima jam usai penyuntikan.

“Jadi kawan-kawan tenaga kesehatan tidak perlu khawatir. Alhamdulillah efek samping yang saya rasakan itu minimal sekali. Hanya terasa pegal di tempat suntikan. Itu hilang 5 jam sudah mereda. Jadi enggak usah perlu khawatir,” kata Faqih di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Daeng menyampaikan, vaksinasi Covid-19 diperlukan bagi nakes karena memiliki risiko terpapar yang sangat tinggi saat menangani para pasien. Karena itu, ia berharap para tenaga kesehatan di berbagai daerah dapat segera mendapatkan suntikan vaksinasi Covid-19.

“Karena ini untuk kita. Kita yang setiap hari berhadapan dengan pasien risikonya tinggi. Sehingga kita perlu cepat-cepat divaksin,” jelasnya.

Faqih mengatakan, bagi tenaga kesehatan yang kesulitan mendaftar vaksinasi Covid-19 agar dapat menghubungi IDI di daerah masing-masing. Sehingga bisa segera mendapatkan akses vaksinasi Covid-19.

photo
Tips menggunakan masker bagi manula (ilustrasi) - (republika)

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA