Monday, 17 Rajab 1442 / 01 March 2021

Monday, 17 Rajab 1442 / 01 March 2021

Direktur RS Unair: Lebih dari 400 Nakes Telah Divaksin

Kamis 28 Jan 2021 01:55 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

 Seorang petugas kesehatan memegang botol vaksin COVID-19. Ilustrasi

Seorang petugas kesehatan memegang botol vaksin COVID-19. Ilustrasi

Foto: EPA-EFE/HOTLI SIMANJUNTAK
Vaksinasi dilakukan di RS Unair sejak 15 Januari 2021.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA  -- Direktur Rumah Sakit Universitas Airlangga Surabaya Prof Dr Nasronudin mencatat lebih dari 400 tenaga kesehatan telah disuntik vaksin Covid-19.

“Vaksinasi dilakukan di RS Unair sejak 15 Januari 2021,” ujarnya kepada wartawan di Surabaya, Rabu (28/1).

Ia menjelaskan, tenaga kesehatan yang divaksinasi tak hanya dari RS Unair, tapi juga dari rumah sakit lain.

Pria yang akrab disapa Prof Nasron itu mengatakan vaksinasi terhadap tenaga kesehatan dilakukan dengan sebaik-baiknya untuk mendukung program pemerintah secara optimal.

“Dari persiapan dan fasilitas penunjang, Alhamdulillah tidak ada kendala. Bahkan jika ada kendala kami sudah siapkan berbagai fasilitas untuk antisipasi hal-hal terburuk jika terjadi,” ucap dia.

Baca juga : Mengapa Erdogan Gemar Ziarahi Makam Sahabat Nabi di Turki?

Prof Nasron menjelaskan bahwa vaksinasi ditujukan bagi orang sehat dengan kriteria yang telah ditentukan agar masing-masing individu memiliki kekebalan tubuh.

“Vaksinasi ini akan dilakukan dua kali suntikan. Untuk suntikan pertama berguna sebagai pengikat tubuh agar kuat terhadap Covid-19, sedangkan yang kedua bertujuan untuk meningkatkan kekebalan tubuh lebih maksimal,” katanya.

Selanjutnya, Prof Nasron juga menegaskan bahwa program vaksinasi tersebut sangatlah baik sehingga diharapkan dapat menciptakan kekebalan populasi di masyarakat.

Di Indonesia, kata dia, setidaknya harus ada 70 persen dari populasi penduduk yang perlu divaksinasi agar kekebalan kelompok tercipta.

“Saat kekebalan populasi tercipta, maka virus yang ditularkan ke mana-mana pasti akan terbentur dan penularannya akan semakin sedikit. Dengan begitu pandemi ini perlahan berkurang dan diharapkan bisa hilang,” tutur dia.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA