Thursday, 20 Rajab 1442 / 04 March 2021

Thursday, 20 Rajab 1442 / 04 March 2021

Integrasi Menjadi BSI, Nasabah Diminta Tak Khawatir

Rabu 27 Jan 2021 21:59 WIB

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Fuji Pratiwi

Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Hery Gunardi (tengah) didampingi Wakil Direktur Utama I Ngatari dan Wakil Direktur Utama II Abdullah Firman Wibowo (ilustrasi). Selama proses integrasi Bank Syariah Indonesia berlangsung, nasabah ketiga bank syariah yang melakukan merger diminta tidak khawatir.

Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Hery Gunardi (tengah) didampingi Wakil Direktur Utama I Ngatari dan Wakil Direktur Utama II Abdullah Firman Wibowo (ilustrasi). Selama proses integrasi Bank Syariah Indonesia berlangsung, nasabah ketiga bank syariah yang melakukan merger diminta tidak khawatir.

Foto: Antara/Dhemas Reviyanto
Sampai merger dinyatakan efektif, layanan ketiga bank berjalan seperti biasa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rencana penggabungan usaha tiga bank syariah milik Himbara yakni PT Bank BRIsyariah Tbk, PT Bank Syariah Mandiri, dan PT Bank BNI Syariah menjadi satu PT Bank Syariah Indonesia Tbk, telah disetujui oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selama proses integrasi berlangsung, nasabah ketiga bank syariah yang melakukan merger diminta tidak khawatir.

Direktur Utama BRIsyariah Ngatari mengatakan, roses integrasi akan dikawal sebaik mungkin da dilakukan dengan saksama. Integrasi juga  tidak terburu-buru demi meminimalisasi risiko disrupsi bagi nasabah selama proses integrasi berlangsung.

Sampai dengan proses administrasi badan hukum tersebut selesai dan merger dinyatakan efektif, layanan dan operasional di tiga bank syariah tetap berjalan seperti biasa. "Seluruh nasabah tidak perlu khawatir, saat ini sampai merger efektif nanti, nasabah tetap dapat menikmati layanan dan operasional ketiga bank seperti biasa," kata Ngatari melalui keterangan pers, Rabu (27/1).

Baca Juga

Perubahan-perubahan layanan dan operasional sebagai hasil proses integrasi akan diinformasikan secara bertahap, sesuai dengan tahapan integrasi tersebut melalui berbagai kanal informasi. Ia juga menjamin seluruh dana nasabah tetap aman dan dijamin sesuai regulasi.

Ia mengimbau nasabah untuk menghubungi langsung perusahaan melalui cabang maupun call center bila ada pertanyaan atau kendala. Ngatari meminta nasabah tetap tenang selama proses finalisasi merger hingga tanggal efektif nanti dan selama proses integrasi.

"Karena kenyamanan nasabah adalah prioritas utama," ungkap dia.

Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo menambahkan, pasca merger dan tuntasnya proses integrasi, layanan keuangan syariah bagi masyarakat akan semakin beragam dan luas cakupannya. Tak hanya itu, peningkatan kualitas layanan dipastikan terjadi. 

Kesempatan masyarakat untuk bertransaksi secara mudah, dan menjajaki kerja sama dengan mitra bisnis di luar negeri menggunakan layanan keuangan syariah akan semakin terbuka. Produk dan jasa yang ditawarkan Bank Syariah Indonesia dipastikan menjawab seluruh kebutuhan nasabah dan masyarakat.

Bank Syariah Indonesia akan memiliki layanan dan produk keuangan syariah yang bisa diakses serta memenuhi kebutuhan nasabah UMKM, korporasi, ritel, dan investor global. Bank akan memacu kualitas pelayanan sesuai standar internasional dengan rasa lokal.

"Insya Allah, merger tiga bank ini akan membawa berkah, faedah, dan kemaslahatan bagi banyak orang," kata Firman.

Bank Syariah Indonesia akan melakukan kegiatan usaha di lebih dari 1.200 kantor cabang dan unit yang ada yang sebelumnya dimiliki BRIsyariah, Bank Syariah Mandiri, serta BNI Syariah. Berdasarkan proforma keuangan per 30 Juni 2020, total aset bank hasil penggabungan nantinya mencapai Rp 214,6 triliun dengan modal inti lebih dari Rp 20,4 triliun.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA