Friday, 14 Rajab 1442 / 26 February 2021

Friday, 14 Rajab 1442 / 26 February 2021

Duka Mendalam Rasulullah SAW Saat Ibrahim Putranya Wafat

Jumat 22 Jan 2021 20:56 WIB

Rep: Dea Alvi Soraya/ Red: Nashih Nashrullah

Rasulullah SAW berduka saat putranya, Ibrahim, wafat di usia kecil, Rasulullah SAW (ilustrasi)

Rasulullah SAW berduka saat putranya, Ibrahim, wafat di usia kecil, Rasulullah SAW (ilustrasi)

Foto: republika
Rasulullah SAW berduka saat putranya, Ibrahim, wafat di usia kecil

REPUBLIKA.CO.ID, Seluruh putra Rasulullah wafat saat masih kecil, sedangkan yang perempuan, semuanya sempat menikah bahkan Fatimah masih hidup setelah Rasulullah SAW wafat. 

Semua putra-putra Rasulullah wafat saat masih sangat kecil, bahkan mereka wafat ketika berumur sekitar dua tahun, baik itu Al-Qasim, Abdullah, dan juga Ibrahim. Bahkan saat wafatnya Ibrahim, Rasulullah sangat sedih dan terpukul. Rasulullah SAW bersabda: 

إن العين تدمع، والقلب يحزن، ولا نقول إلا ما يرضي ربنا، وإنا بفراقك يا إبراهيم لمحزونون “Sesungguhnya mata ini menitikkan air mata dan hati ini bersedih, namun kami tidak mengatakan sesuatu yang tidak diridhai Rabb kami. Sesungguhnya kami bersedih dengan kepergianmu wahai Ibrahim.” (HR Bukhari) 

Baca Juga

Tak lama setelahnya, Allah SWT menurunnya Kalam-Nya untuk menghibur sang kekasih: 

 فَاصْبِرْ كَمَا صَبَرَ أُولُو الْعَزْمِ مِنَ الرُّسُلِ وَلَا تَسْتَعْجِلْ لَهُمْ ۚ كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَ مَا يُوعَدُونَ لَمْ يَلْبَثُوا إِلَّا سَاعَةً مِنْ نَهَارٍ ۚ بَلَاغٌ ۚ فَهَلْ يُهْلَكُ إِلَّا الْقَوْمُ الْفَاسِقُونَ

 "Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul telah bersabar dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka. Pada hari mereka melihat azab yang diancamkan kepada mereka (merasa) seolah-olah tidak tinggal (di dunia) melainkan sesaat pada siang hari. (Inilah) suatu pelajaran yang cukup, maka tidak dibinasakan melainkan kaum yang fasik." (QS Al-Ahqaaf: 35)

Sosok Rasulullah sebagai teladan terbaik, dapat dilihat dari kesabaran Beliau merelakan kepergian putra-putranya. Meski dirundung kesedihan, Rasulullah sama sekali tidak menyalahkan keadaan apalagi Sang Pencipta. 

Cobaan yang diterima Rasulullah juga dianggap para cendikiawan Muslim sebagai bentuk kasih sayang Allah SWT. 

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ "‏ مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلاَ وَصَبٍ وَلاَ هَمٍّ وَلاَ حُزْنٍ وَلاَ أَذًى وَلاَ غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا، إِلاَّ كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ ‏"‏‏

"Tidaklah seseorang Muslim ditimpa keletihan, penyakit, kesusahan, kesedihan, gangguan, kegundah-gulanan hingga duri yang menusuknya, melainkan Allah SWT akan menghapuskan sebagian dari kesalahan-kesalahannya. (HR Bukhari dari Abu Said Al-Khudri dan Abu Hurairah)  

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA