Tuesday, 24 Zulhijjah 1442 / 03 August 2021

Tuesday, 24 Zulhijjah 1442 / 03 August 2021

Polda Jatim Kirim 300 Personel Antisipasi Erupsi Semeru

Ahad 17 Jan 2021 13:00 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Ratna Puspita

Gunung Semeru mengeluarkan Awan Panas Guguran (APG) dengan jarak luncur kurang lebih 4,5 kilometer, Sabtu (16/1) pukul 17.24 WIB.

Gunung Semeru mengeluarkan Awan Panas Guguran (APG) dengan jarak luncur kurang lebih 4,5 kilometer, Sabtu (16/1) pukul 17.24 WIB.

Foto: Dok. BNPB
Personel dibekali berbagai peralatan seperti tenda, masker, cangkul.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Polda Jawa Timur (Jatim) memberangkatkan sekitar 300 personel dari jajaran Satuan Brimob ke lokasi erupsi Gunung Semeru. Keberangkatan personel Sat Brimob tersebut untuk mengantisipasi ancaman bahaya erupsi gunung semeru.

"Tadi malam sebanyak 300 personel jajaran Satuan Brimob Polda Jatim BKO ke Lumajang," ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko di Surabaya, Ahad (17/1).

Baca Juga

Gatot menjelaskan, dalam menjalankan tugasnya, personel Sat Brimob Polda Jatim dibekali berbagai peralatan yang sekiranya dibutuhkan saat berada di lokasi erupsi Gunung Semeru. Antara lain, tenda 10 set, velbed 300 buah, masker 600 buah, sepatu boot 100 buah, sarung tangan 100 buah, meja dan kursi masing-masing 10 set, tandu 10 set, sekop 100 buah, cangkul 100 buah, serta mantel 300 buah.

"Selain itu personel juga menyiapkan dua unit mobil dapur lapangan, satu unit mobil watercannon, satu unit mobil SAR serta empat unit (R4), 12 unit (R2) serta dua unit truk box," ujar Gatot.

Seperti diketahui, Gunung Semeru mengalami erupsi pada Sabtu (16/1) sore. Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu mengeluarkan material vulkanik berupa abu setinggi 4,5 kilometer ke arah timur laut Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Lumajang.

Erupsi Gunung Semeru kali ini disebabkan letusan sekunder yang hampir sama dengan letusan beberapa waktu lalu. Berdasar rilis Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), status Gunung Semeru masih berada pada level II atau berstatus waspada. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA