Saturday, 22 Rajab 1442 / 06 March 2021

Saturday, 22 Rajab 1442 / 06 March 2021

Yoweri Museveni Terpilih Lagi Sebagai Presiden Uganda

Ahad 17 Jan 2021 09:50 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Christiyaningsih

Yoweri Museveni

Yoweri Museveni

Foto: AP
Museveni telah terpilih kembali di tengah tuduhan kecurangan suara oleh saingannya

REPUBLIKA.CO.ID, KAMPALA -- Presiden Uganda yang sudah lama, Yoweri Museveni, telah terpilih kembali di tengah tuduhan kecurangan suara oleh saingan utamanya Bobi Wine. Menurut Komisi Pemilihan Uganda, Museveni memenangkan hampir 59 persen suara. Bobi Wine tertinggal dengan sekitar 35 persen dilansir di BBC, Ahad (17/1).

"Komisi pemilihan mengumumkan Yoweri Museveni terpilih sebagai Presiden Republik Uganda," kata ketua komisi pemilihan, Hakim Simon Mugenyi Byabakama, Sabtu (16/1).

Dia mengatakan jumlah pemilih adalah 57 persen dari hampir 18 juta pemilih terdaftar. Sebelumnya, Byabakama mengatakan pemungutan suara berlangsung damai. Ia meminta Bobi Wine, yang mengatakan beberapa agen pemungutan suara ditangkap pada Kamis, untuk mempublikasikan bukti atas tuduhan penipuannya.

Bobi Wine, mantan bintang pop, sebelumnya berjanji akan memberikan bukti penipuan. Komisi Pemilihan menyangkal ada kecurangan dalam pemilihan pada Kamis (14/1).

Pemantau jajak pendapat mengkritik penutupan akses internet oleh pemerintah. Mereka mengatakan ini merusak kepercayaan. Bobi Wine mengatakan dia akan memberikan bukti penipuan begitu internet dipulihkan.

Puluhan orang tewas dalam kekerasan menjelang pemilihan. Politisi oposisi juga menuduh pemerintah melakukan pelecehan.

Museveni yang berusia 76 tahun, telah berkuasa sejak 1986. Ia mengatakan bahwa ia mewakili stabilitas di negara itu.

Bobi Wine, nama panggung untuk Robert Kyagulanyi yang berusia 38 tahun, mengatakan dia mendapat dukungan dari kaum muda di salah satu negara termuda di dunia, di mana usia rata-rata adalah 16 tahun.

Pada Jumat (15/1) saat hasilnya masuk, Bobi Wine mengatakan tentara Uganda telah mengepung dan menerobos rumahnya. Akan tetapi seorang juru bicara pemerintah menuduhnya mendramatisir kejadian itu untuk mencari simpati.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA