Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

Penguburan Naik 10 Kali Lipat di Pemakaman Muslim London

Sabtu 16 Jan 2021 16:25 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Ani Nursalikah

Penguburan Naik 10 Kali Lipat di Pemakaman Muslim London. Relawan mengenakan pakaian pelindung dan masker di Masjid Jamia Tengah Ghamkol Sharif, Birmingham, Inggris. Ilustrasi

Penguburan Naik 10 Kali Lipat di Pemakaman Muslim London. Relawan mengenakan pakaian pelindung dan masker di Masjid Jamia Tengah Ghamkol Sharif, Birmingham, Inggris. Ilustrasi

Foto: AP Photo/Matt Dunham
85 persen orang yang dimakamkan di sana meninggal akibat Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Penguburan di salah satu pemakaman Muslim di London meningkat hingga 10 kali lipat. Seorang direktur pemakaman tersebut, Haseena Zaman telah melihat sendiri 85 persen orang yang dimakamkan di sana meninggal akibat Covid-19.

Seperti dilaporkan ITV News, di pamakaman Muslim tersebut kini dilakukan 20 penguburan dalam sehari. Haseena Zaman bahkan menunjukkan kepada Koresponden ITV News, John Ray, sebuah ruang penyimpanan yang penuh dengan 30 peti mati.

Baca Juga

Menurut Zaman, dalam beberapa waktu ke depan akan lebih banyak lagi orang yang akan dimakamkan karena Covid-19. "Kami berada di mata badai. Dan badai akan ada di sini selama dua minggu ke depan, mungkin bulan depan, mungkin enam minggu, dan kami harus berada di sini untuk menjaga orang,” ujar Zaman dilansir laman resmi ITV, Sabtu (16/1).

Di pemakaman Muslim tersebut, beberapa keluarga menguburkan lebih dari satu anggota keluarga. Seorang Muslim London, Mahir Rahman juga berada di pemakaman itu saat keluarganya menguburkan neneknya.

Di pun menjelaskan bagaimana awalnya dia tertular Covid-19 dan kemudian menyebar ke saudara laki-lakinya, ibunya, dan bibinya. Ayahnya juga baru-baru ini dirawat di rumah sakit Covid-19, di mana dia menjadi kritis dan dalam perawatan intensif.

Rahman juga menggambarkan cara ayahnya berbicara dengannya ketika dia menderita virus di rumah sakit. "Baginya yang berada di rumah sakit takut dia akan mati, itu mengubah Anda sebagai pribadi. Jadi bagi saya, itu membawa saya lebih dekat kepada Tuhan tetapi itu juga membuat saya mengerti seberapa besar risiko kita semua," kata Rahman.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA