Sabtu 16 Jan 2021 03:45 WIB

Pelapor HAM Klaim PBB Berniat Memecatnya

Emma Reilly mengatakan OHCHR ingin mengeluarkan dia karena dia mengklaim badan PBB itu membagikan nama para aktivis kepada China - Anadolu Agency

Emma Reilly mengatakan OHCHR ingin mengeluarkan dia karena dia mengklaim badan PBB itu membagikan nama para aktivis kepada China - Anadolu Agency
Emma Reilly mengatakan OHCHR ingin mengeluarkan dia karena dia mengklaim badan PBB itu membagikan nama para aktivis kepada China - Anadolu Agency

REPUBLIKA.CO.ID, JENEWA - Seorang pengacara di Kantor Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengeklaim dirinya dapat diberhentikan setelah menuduh atasannya telah membagikan nama-nama oposisi pemerintah China yang mengambil bagian dalam kegiatan PBB.

Nama-nama tersebut termasuk aktivis Uyghur dan pejabat China, meski di sisi lain PBB membantah terlibat dalam "tindakan yang tidak pantas itu".

Baca Juga

"PBB sedang menyelidiki dan berencana untuk memecat saya karena meniup peluit kepada sebuah pemerintah nasional di PBB memberikan nama warga mereka ke China sehingga China dapat menyerang keluarga mereka," cuit Emma Reilly pada Selasa.

Di sisi lain Rupert Colville, juru bicara Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, pada Rabu mengatakan klaimnya terkait dengan "praktik masa lalu" dan klaimnya bahwa hal itu terjadi sekarang adalah “hal yang salah".

"Tuduhan Reilly terkait dengan praktik sejarah yang dihentikan di mana nama-nama peserta Dewan Hak Asasi Manusia kadang-kadang dikonfirmasi ke negara dalam keadaan tertentu, dengan penuh hati-hati diambil untuk memastikan bahwa tak ada tindakan OHCHR yang akan membahayakan aktivis hak asasi manusia,” kata Colville.

"Kami tidak mengetahui adanya bukti apa pun bahwa tindakan apa pun oleh OHCHR terkait hal ini mengakibatkan kerugian bagi peserta mana pun," lanjut dia.

Reilly mengatakan bahwa melalui Perwakilan Tetap di Kantor Jenewa PBB, pejabat China meminta nama tokoh oposisi China di PBB yang menghadiri acara Dewan Hak Asasi Manusia yang diadakan tiga kali setahun dan mengeklaim bahwa keluarga aktivis Uighur yang menghadiri pertemuan tersebut ditekan di China.

“Oleh karena itu, China bisa menyerang keluarga para aktivis,” kata Reilly.

"Selama lima tahun terakhir, OHCHR belum mengonfirmasi nama-nama aktivis yang diakreditasi untuk menghadiri sesi Dewan Hak Asasi Manusia PBB di Negara Bagian mana pun. Klaim berulang Nyonya Reilly yang berlanjut hingga hari ini adalah palsu," tegas dia.

Reilly berargumen bahwa PBB telah melakukan penyelidikan dan berencana untuk memecatnya karena apa yang dia laporkan.

"Reilly telah terlibat litigasi dalam berbagai proses yang terkait dengan masalah ini sebelum Pengadilan Perselisihan PBB independen dan Pengadilan Banding PBB, beberapa di antaranya sedang berlangsung," kata Colville.

"Banyak perselisihan faktual atau hukum yang terus dikemukakan oleh Reilly dalam domain publik dan telah ditolak oleh keputusan akhir dan perintah yang telah diberikan oleh Pengadilan tersebut."

Pengacara HAM menuduh Kantor OHCHR "diam-diam memberitahu China nama-nama aktivis yang mengkritik Partai Komunis China dan penganiayaan mereka," kata dia.

Reilly berargumen bahwa meski PBB melakukan penyelidikan terhadap pemerintah China, mereka "tidak pernah melakukan penyelidikan" terhadap staf PBB yang menyebutkan nama para aktivis dan tidak menghentikan nama aktivis tersebut.

Dia menandai alamat Twitter Delegasi PBB Uni Eropa ke Jenewa dan misi Inggris Raya, Irlandia, Jerman, AS, Belanda, Swedia, Norwegia, Swiss, dan Kanada.

Pada 29 September, Abdulxukur Abdurixi, seorang pria Uyghur yang diasingkan di Swiss, meminta HRC untuk membentuk penyelidik khusus PBB untuk wilayahnya di China, Xinjiang, di mana dia mengatakan keluarganya disandera di kamp konsentrasi.

Abdurixi menyerukan bantuan saat kritik pada sesi Dewan Hak Asasi Manusia yang datang dari negara-negara Barat termasuk negara anggota Uni Eropa, Australia, Inggris dan Kanada di mana penanganan China atas hak hukum di Hong Kong juga disinggung.

"Ada genosida yang dilakukan terhadap rakyat saya," kata Abdurixi, yang didukung oleh kelompok Justice for Uyghur yang berbasis di Swiss.

sumber : https://www.aa.com.tr/id/dunia/pelapor-ham-klaim-pbb-berniat-memecatnya/2110624
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement