Thursday, 1 Syawwal 1442 / 13 May 2021

Thursday, 1 Syawwal 1442 / 13 May 2021

'Goodbye Ananda Fadly, Papa Ikhlas'

Jumat 15 Jan 2021 16:45 WIB

Red: Indira Rezkisari

Prosesi pemakaman Fadly Satrianto, salah satu korban jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di TPU Keputih, Surabaya, Jumat (15/1).

Foto:
Korban jatuhnya Sriwijaya Air yang bisa diidentifikasi mulai dimakamkan.

Sebelumnya, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Bali melakukan pengambilan sampel DNA terhadap kedua orang tua Mia Tresetyani, di kediamannya di Denpasar, Bali. Pengambilan sampel DNA itu dilakukan berdasarkan hasil koordinasi dengan Laboratorium DNA Pusdokkes Polri dan tim antemortem di Jakarta.

Kemarin, Tim SAR gabungan telah menghimpun 67 kantong dari hasil pencarian terkait Sriwijaya Air SJ 182, Kamis (14/1). Puluhan kantong tersebut berisi bagian tubuh, serpihan pesawat, dan properti atau barang milik korban kecelakaan pesawat tersebut.

Direktur Operasional (Dirops) Basarnas Brigjen TNI Rasman M.S menyebutkan ada lima kali penyerahan objek pencarian pesawat jatuh dari Tim SAR gabungan ke Posko SAR Terpadu di Jakarta Intenational Container Terminal (JICT) 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Penyerahan pertama berasal dari kapal KN Karna milik Basarnas yang menyerahkan sebanyak 37 kantong berisi 36 bagian tubuh dan satu serpihan pesawat. Penyerahan kedua berasal dari Kapal Kepolisian Air dan Udara (Polairud) yang membawa 10 kantong terdiri dari tiga kantong bagian tubuh dan tujuh serpihan pesawat dan potongan bagian besar pesawat.

Selanjutnya, kapal RIB Basarnas menyerahkan 16 kantong yang berisi potongan tubuh. Dan Kapal Bakamla menyerahkan dua kantong berisi serpihan pesawat serta properti korban.

Penyerahan terakhir pukul 19.05 WIB dari KRI Tjiptadi yang membawa dua kantong berisi serpihan pesawat dan properti barang pribadi para korban. Rasman menyebutkan penyerahan objek pencarian dari KRI Tjiptadi merupakan penyerahan terakhir untuk operasi pencarian dan pertolongan pada hari keenam.

Upaya pencarian korban Sriwijaya Air yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu masih akan dilanjutkan hingga tiga hari ke depan.

"Siang ini diputuskan operasi SAR gabungan dalam rangka pencarian atau evakuasi korban Sriwijaya Air SJ-182 saya perpanjang tiga hari," kata Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Bagus Puruhito, dalam jumpa pers di JICT 2 Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat.

Ia mengatakan sebelumnya Basarnas bersama dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan jajaran terkait telah menggelar rapat untuk membahas tentang kemungkinan perpanjangan operasi SAR untuk mengevakuasi korban dan puing-puing pesawat. Setelah mempertimbangkan berbagai kemungkinan dan situasi yang ada, mereka memutuskan untuk memperpanjang operasi pencarian dan pertolongan hingga tiga hari ke depan sampai dengan Senin (18/1) 2021.

"Saya ulangi, saya perpanjang tiga hari. Berarti sampai hari Senin (18/1). Artinya setelah itu kita evaluasi kembali dan kita putuskan selanjutnya," kata Bagus Puruhito.

Sementara itu, untuk fokus pencarian pesawat Sriwijaya SJ-182 di hari ketujuh pada Jumat (15/1), Direktur Operasi Basarnas Brigjen TNI (Mar) Rasman MS sebelumnya mengatakan tim SAR gabungan masih akan berkonsentrasi untuk mengevakuasi korban dan alat perekam suara kokpit atau cockpit voice recorder (CVR). "Begitu juga dengan puing-puing. Itu nanti akan tetap menjadi fokus pencarian untuk hari ini," katanya.

Pesawat Sriwijaya Air bernomor register PK-CLC dengan nomor penerbangan SJ-182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu (9/1) pukul 14.40 WIB dan jatuh di perairan antara Pulau Lancang dan Pulau Laki, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Pesawat jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.

Alat rekam data penerbangan atau flight data recorder (FDR) telah ditemukan di perairan Kepulauan Seribu pada Selasa (12/1). Namun, alat perekam suara kokpit atau cockpit voice recorder (CVR) sampai dengan siang hari ini, Jumat (15/1), masih belum dapat ditemukan.

photo
Kecelakaan pesawat - (Republika)

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA