Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

Pejabat Hingga Tokoh Agama Ikuti Vaksinasi Covid-19 di DIY

Kamis 14 Jan 2021 16:30 WIB

Rep: Sylvi Dian Setiawan/ Red: Muhammad Hafil

Pejabat Hingga Tokoh Agama Ikuti Vaksinasi Covid-19 di DIY. Foto: Petugas medis bersiap menyuntikan vaksin COVID-19 produksi Sinovac  kepada Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) KGPAA Paku Alam X (kiri) saat pelaksanaan vaksinasi perdana di Kepatihan, Yogyakarta, Kamis (14/1/2021). Penyuntikan vaksin perdana untuk Wakil Gubernur, Forkopimda, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat DIY itu menandai dimulainya program vaksinasi COVID-19 di DIY.

Pejabat Hingga Tokoh Agama Ikuti Vaksinasi Covid-19 di DIY. Foto: Petugas medis bersiap menyuntikan vaksin COVID-19 produksi Sinovac kepada Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) KGPAA Paku Alam X (kiri) saat pelaksanaan vaksinasi perdana di Kepatihan, Yogyakarta, Kamis (14/1/2021). Penyuntikan vaksin perdana untuk Wakil Gubernur, Forkopimda, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat DIY itu menandai dimulainya program vaksinasi COVID-19 di DIY.

Foto: ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko
Vaksinasi covid-19 di DIY diikuti pejabat hingga tokoh agama.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Pemerintah Daerah (Pemda) DIY melaksanakan kick off vaksinasi Covid-19 di Bangsal Kepatihan, Yogyakarta, Kamis (14/1) ini. Ada 15 orang yang divaksin mulai dari pejabat pemerintahan, perwakilan institusi kesehatan, kepolisian, TNI hingga tokoh agama di DIY.

Vaksinasi Covid-19 perdana di DIY ini dilakukan dalam rangka memberikan kepercayaan kepada masyarakat bahwa vaksinasi merupakan salah satu cara untuk menyelesaikan penyebaran Covid-19 yang terus meluas di DIY. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY, Pembayun Setyaningastutie mengatakan, dalam kick off tersebut awalnya akan dihadiri oleh 16 orang.

Namun, perwakilan dari DPRD DIY tidak dapat mengikuti vaksinasi perdana tersebut. "Perdana ini (awalnya terdaftar) 16 orang, yang hadir 15 orang. Satu yang kami sayang beliau tidak bisa hadir dari DPRD DIY. Beliau berhalangan, tapi kita sudah undang nanti di tahap selanjutnya," kata Pembayun di Bangsal Kepatihan, Yogyakarta, Kamis (14/1).

Setelah vaksinasi perdana hari ini, 15 orang tersebut nantinya akan dilanjutkan penyuntikan vaksin kedua. Penyuntikan kedua akan dilanjutkan 14 hari setelah penyuntikan pertama.

"14 hari lagi penyuntikan, kita upayakan juga supaya bersama-sama seperti ini. Tapi kalau misalnya ternyata tidak bisa bersama, maka tetap kami pantau 15 orang ini terus, sampai nanti di penyuntikan kedua," ujarnya.

Pembayun menuturkan, setelah dilakukan penyuntikan vaksin harus istirahat selama 30 menit di lokasi vaksinasi. Hal ini dilakukan untuk mengevaluasi apakah ada efek samping dari vaksinasi yang sudah dilakukan.

Pembayun sendiri ikut berpartisipasi dalam vaksinasi Covid-19 perdana tersebut. Namun, kata Pembayun, tidak ada efek yang dirasakan setelah disuntik vaksin.

"Rasanya tidak apa-apa, kemarin ada isu mungkin agak pegel sedikit (setelah divaksin). Tapi saya biasa saja," jelasnya.

Penyuntikan vaksin Covid-19 ini dilakukan di lengan kiri bagian atas. Hal ini dilakukan dengan alasan lengan kiri tidak banyak digunakan untuk beraktivitas dibandingkan dengan lengan kanan.

"Lengan kanan nanti dia harus bekerja, kalau ada sesuatu kan nanti lebih sulit. Lebih aman (di lengan kiri) karena tangan kanan kan mayoritas untuk bekerja," kata Pembayun.

Salah satu vaksinator yang melakukan penyuntikan vaksin di Bangsal Kepatihan, Edi Sukoco mengatakan, tidak ada persiapan khusus yang dilakukan sebelum kick off vaksinasi. Sebab, secara umum penyuntikan vaksin Covid-19 tidak berbeda dengan vaksin lain.

"Karena ini sudah terbiasa, sudah rutinitas pelayanan di Rumah Sakit Sardjito. Jadi persiapan kita menjaga kondisi saja (sebelum dilakukannya vaksinasi)," kata Edi yang merupakan vaksinator dari RSUP Dr. Sardjito tersebut.

Walaupun sudah menjadi rutinitas, vaksinator Covid-19 juga sudah menjalani pelatihan sebelumnya. Ada ratusan vaksinator yang sudah dilatih di DIY untuk melakukan proses vaksinasi Covid-19.

"Teman-teman (vaksinator) semua sudah mengikuti pelatihan tentang vaksin, meskipun itu secara webinar. Tapi itu sangat membantu vaksinator untuk melaksanakan vaksin hari ini," ujarnya.

Edi sendiri melakukan penyuntikan vaksin Covid-19 kepada Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X. Edi mengaku tidak tegang sama sekali dalam melakukan penyuntikan.

"Insya Allah tidak ada grogi dan tidak tegang. Sama-sama nyaman baik yang disuntik maupun yang melakukan penyuntikan," jelas Edi.

Sementara itu, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X sendiri tidak mengikuti vaksinasi Covid-19. Hal ini dikarenakan Sultan tidak termasuk dalam kriteria orang yang harus divaksin.

Dinkes DIY sendiri menyebut, kriteria orang yang divaksin Covid-19 yaitu umur 18-59 tahun. Sedangkan, umur Sultan sendiri sudah melebihi kriteria tersebut.

Sehingga, sultan akan divaksin jika nantinya sudah ada vaksin Covid-19 untuk lansia. Untuk tahap pertama vaksinasi Covid-19 di DIY, diprioritaskan bagi SDM kesehatan, tahap kedua diperuntukkan bagi SDM di pelayanan publik, tahap ketiga untuk masyarakat rentan termasuk lansia, tahap keempat untuk pelaku ekonomi esensial dan masyarakat umum.
 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA