Friday, 9 Jumadil Akhir 1442 / 22 January 2021

Friday, 9 Jumadil Akhir 1442 / 22 January 2021

Lupa Kata Sandi, Miliarder Bitcoin Kehilangan Rp 3,4 triliun

Kamis 14 Jan 2021 11:23 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Fuji Pratiwi

Bitcoin. Seorang miliarder bitcoin kehilangan aset triliunan karena lupa kata sandi.

Bitcoin. Seorang miliarder bitcoin kehilangan aset triliunan karena lupa kata sandi.

Foto: CFR
Thomas bukan orang pertama yang kehilangan aset crypcurrency.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Hampir semua orang pernah mengalami saat salah menggunakan kata sandi dan hanya punya dua kesempatan lain sebelum terblokir.

Itulah situasi yang dialami programmer Stefan Thomas, tetapi taruhannya lebih tinggi daripada kebanyakan situasi. Kata sandi yang terlupa akan membuatnya membuka kunci hard drive yang berisi bitcoin senilai 240 juta dolar AS (sekitar Rp 3,4 triliun).

Dilansir di BBC, Rabu (13/1), nasib Thomas menjadi viral dan mantan kepala keamanan Facebook Alex Stamos telah menawarkan bantuan dengan imbalan 10 persen.

Bitcoin telah melonjak nilainya dalam beberapa bulan terakhir. Satu bitcoin saat ini bernilai 34.000 dolar AS. Tetapi cryptocurrency tidak stabil. Para ahli pun terbagi pendapatnya tentang apakah mata uang digital itu akan terus naik atau turun.

Thomas, yang lahir di Jerman tetapi tinggal di San Francisco, AS diberi 7.002 bitcoin sebagai pembayaran untuk membuat video yang menjelaskan cara kerja cryptocurrency lebih dari satu dekade lalu.

Pada saat itu, nilai masing-masing bitcoin baru beberapa dolar AS saja. Dia menyimpannya di dompet digital IronKey di hard drive. Dan dia menulis kata sandi di selembar kertas yang hilang.

Setelah 10 kali gagal, kata sandi akan mengenkripsi dirinya sendiri, membuat dompet tidak dapat diakses. Mungkin tidak mengherankan, dilema tersebut telah membuat sebagian orang berhenti menggunakan cryptocurrency.

"Seluruh gagasan tentang menjadi bank Anda sendiri, izinkan saya menjelaskan, apakah Anda membuat sepatu sendiri?" ujar Thomas.

"Alasan kita memiliki bank adalah karena kita tidak ingin berurusan dengan semua hal yang dilakukan bank." tambahnya.

Alex Stamos, yang sekarang menjadi profesor di Stanford Internet Observatory, mencuit Thomas: "Um, untuk 220 juta dolar AS dalam bitcoin yang terkunci, Anda tidak membuat 10 tebakan kata sandi tetapi membawanya ke profesional untuk membeli 20 IronKey dan menghabiskan enam bulan untuk menemukan side channel atau uncapping."

"Saya akan mewujudkannya untuk 10 persen. Telpon saya," ujar Stamos.

Thomas bukan miliarder Bitcoin potensial pertama yang kehilangan kekayaannya. Sebelumya seorang pengusaha kehilangan sekitar 800 bitcoin ketika seorang rekannya memformat ulang laptop yang berisi kunci pribadi ke dompetnya.

Dan pada 2013, seorang pria Welsh dengan putus asa mencari tempat pembungan sampah akhir setelah membuang hard drive komputer yang berisi 7.500 bitcoin.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA

 
 
 

TERPOPULER

Kamis , 01 Jan 1970, 07:00 WIB