Wednesday, 14 Jumadil Akhir 1442 / 27 January 2021

Wednesday, 14 Jumadil Akhir 1442 / 27 January 2021

Sempat Melonjak, Harga Emas Antam Jeblok Lagi Hari Ini

Kamis 14 Jan 2021 11:13 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Nidia Zuraya

Pengunjung melakukan transaksi jual beli emas di Butik Emas Antam. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/hp.

Pengunjung melakukan transaksi jual beli emas di Butik Emas Antam. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/hp.

Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Penurunan harga emas di pasar dalam negeri sejalan dengan kondisi di pasar dunia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Harga emas produksi Antam kembali turun tajam hari ini, setelah sempat melonjak kemarin. Emas Antam diperdagangan di harga Rp 955.000 per gram pada Kamis (14/1), turun Rp 10.000 dari perdagangan Rabu (13/1). Sementara komoditas perak juga turun Rp 200 menjadi Rp 12.400 per gram. 

Penurunan harga emas di pasar dalam negeri sejalan dengan kondisi di pasar dunia. Harga emas di perdagangan internasional melemah, semakin jauh dari batas psikologisnya 1.900 dolar AS per troi ons. Pada perdagangan kemarin, harga emas dunia melemah sebagai respons penguatan kurs dolar AS dan optimisme pasar terhadap stimulus ekonomi pemerintah AS. Imbal hasil Treasury AS pun melompat ke level lebih tinggi 

Dikutip Reuters, harga emas dunia pada Rabu (13/1) petang ini dotutup melemah tipis menjadi 1.854,40 dolar AS per troi ons. Sementara emas berjangka dijual di harga 1.855,10 dolar AS per troi ons. Harga emas di Indonesia memang banyak dipengaruhi pergerakan harga emas dunia, yang juga mudah terpengaruh sentimen ekonomi.  

Baca Juga

Harga emas sendiri telah melonjak 23 persen hanya dalam tahun 2020 saja, sebagai akibat ramainya minat investor menjadikan emas sebagai aset lindung nilai. Namun tahun 2021 ini, kondisinya bisa berbeda. Peningkatan yang terjadi tahun lalu tidak bisa dijadikan patokan mentah untuk tahun ini. 

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA