Wednesday, 14 Jumadil Akhir 1442 / 27 January 2021

Wednesday, 14 Jumadil Akhir 1442 / 27 January 2021

Pasar Tradisional di Makassar Disemprot Disinfektan

Rabu 13 Jan 2021 23:39 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Penjual daging sapi melayani pembeli di Pasar Pabaeng-Baeng, Makassar, Sulawesi Selatan (ilustrasi)

Penjual daging sapi melayani pembeli di Pasar Pabaeng-Baeng, Makassar, Sulawesi Selatan (ilustrasi)

Foto: Antara/Arnas Padda
Penyemprotan disinfektan dan sosialisasi prokes penting dilakukan di pasar.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Pasar tradisional di Kota Makassar disemprot cairan disinfektan oleh tim Perusahaan Daerah (PD) Pasar Makassar Raya. Tujuan penyemprotan untuk mengantisipasi tingginya angka penularan Covid-19 yang terjadi beberapa pekan terakhir.

Direktur Operasional PD Pasar Makassar Raya Saharuddin Ridwan di Makassar, Rabu (13/1) menjelaskan pihaknya selalu mengingatkan kepada pengunjung dan pedagang agar tidak lupa menggunakan masker dan mencuci tangan sebelum dan sesudah berbelanja. "Tetap patuhi 3M (memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan). Selain itu, kami rutin juga lakukan penyemprotan disinfektan ke lapak pedagang pada saat malam hari," ujarnya.

Ia mengatakan penyemprotan disinfektan dan sosialisasi protokol kesehatan penting dilakukan karena pasar tradisional merupakan salah satu kerumunan orang yang berpotensi menularkan Covid-19. Karenanya, pihaknya rutin melakukan upaya-upaya dalam mencegah penularan yang lebih tinggi. Apalagi kurva penularan di Sulsel khususnya di Makassar yang menjadi episentrum penularan sangat tinggi.

Baca Juga

"Hal ini dilakukan guna mencegah klaster baru di lingkup pasar tradisional, mengingat tingginya kembali penyebaran COVID-19 di awal tahun 2021 ini," katanya.

Saharuddin Ridwan juga mengingatkan kepada setiap pedagang dan pengunjung pasar agar patuh terhadap protokol kesehatan sebelum pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) diterapkan. "Pilihannya mau patuhi protokol kesehatan atau penerapan PPKM atau PSBB. Kan masyarakat sendiri yang dirugikan. Kalau protokol kesehatan dipatuhi, kurva penularan melandai, kan kita semua bisa beraktivitas seperti biasa," terangnya.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA