Thursday, 16 Safar 1443 / 23 September 2021

Thursday, 16 Safar 1443 / 23 September 2021

SDM Berintegritas Kunci Keberhasilan Reformasi Birokrasi

Senin 21 Dec 2020 09:43 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Ratna Puspita

Wakil Presiden Maruf Amin

Wakil Presiden Maruf Amin

Foto: KIP/Setwapres
Cakupan zona integritas dan tata kelola pemerintahan yang bersih harus diperkuat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan sumber daya manusia unggul dan berintegritas dibutuhkan untuk kemajuan birokrasi. Karena itu, wapres mendorong berbagai pihak terus memperkuat dan memperluas cakupan zona integritas dan menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih.

"Keberhasilan reformasi birokrasi sangat ditentukan oleh SDM yang unggul dan berintegritas," ujar Ma'ruf dalam acara Penganugerahan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) Tahun 2020, Senin (21/12).

Baca Juga

Ma'ruf juga mendorong pelayanan publik yang optimal, kapasitas birokrasi yang andal dan akuntabel, serta SDM aparatur yang profesional. Ma'ruf mengatakan, ada empat ukuran dari suatu integritas berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, yakni kejujuran, kepatuhan, kemampuan bekerja sama, dan pengabdian kepada masyarakat.

Wapres mengatakan, poin kejujuran harus menjadi pegangan kuat sebagai suatu nilai dasar dan filosofi yang harus dimiliki, diyakini, dan diimplementasikan dalam setiap pelaksanaan tugas. Begitu juga, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan harus ditunjukkan dengan komitmen untuk patuh, didukung sikap moral, dan tanggung jawab.

Untuk kemampuan bekerja sama, Ma'ruf mengatakan, agar terus meningkatkan kerja kolaboratif dan profesionalisme untuk menghasilkan kinerja terbaik. "Lalu pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara, berikan layanan yang terbaik, dan utamakan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi atau kelompok," kata dia.

Ia meminta agar integritas lembaga maupun aparat harus dijaga dan ditegakkan sebagai formula untuk mencegah terjadinya korupsi yang sangat merugikan negara. Sebab, korupsi mengakibatkan melambatnya pertumbuhan ekonomi, menurunnya daya saing dan investasi, meningkatnya kemiskinan, dan ketimpangan pendapatan.

"Setiap ASN harus memiliki komitmen untuk membangun budaya integritas. Tanpa integritas yang kuat, akan sulit bagi ASN untuk mengatasi tekanan, ancaman, dan kesempatan melakukan kecurangan atau pelanggaran," kata dia.

Dalam kesempatan itu, Maruf juga mengapresiasi Kementerian PAN dan RB dan penyelenggaraan penganugerahan zona integritas. Ia berharap penyelengaraan yang berdekatan dengan peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia pada tanggal 9 Desember menjadi momentum yang untuk selalu menjunjung tinggi integritas institusi pemerintah. 

Ia pun mengucapkan selamat kepada para peraih penghargaan atas keberhasilannya dalam membangun Zona Integritas hingga mendapatkan predikat WBK dan WBBM Tahun 2020. "Semoga prestasi ini terus dipertahankan dan menjadi inspirasi bagi yang lainnya, bagi unit kerja yang belum berhasil memperoleh predikat WBK dan WBBM, saya minta agar terus berbenah diri dan berupaya untuk mengejar ketertinggalan dan membenahi segala kekurangan," kata dia. 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA