Thursday, 7 Zulqaidah 1442 / 17 June 2021

Thursday, 7 Zulqaidah 1442 / 17 June 2021

Kasus Covid-19 Naik di Prancis Saat Macron Positif Corona

Jumat 18 Dec 2020 11:15 WIB

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih

Sejumlah orang mengantri untuk mengikuti uji untuk COVID-19 di pusat pengujian seluler di Strasbourg, Prancis timur. Prancis mencatat 18.254 kasus baru Covid-19 selama 24 jam terakhir. Ilustrasi.

Sejumlah orang mengantri untuk mengikuti uji untuk COVID-19 di pusat pengujian seluler di Strasbourg, Prancis timur. Prancis mencatat 18.254 kasus baru Covid-19 selama 24 jam terakhir. Ilustrasi.

Foto: Foto AP / Jean-Francois Badias
Prancis mencatat 18.254 kasus baru Covid-19 selama 24 jam terakhir

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS - Prancis mencatat 18.254 kasus baru Covid-19 selama 24 jam terakhir. Hal ini diungkapkan direktur kesehatan Jerome Salomon pada Kamis. Hitungan yang tidak terlihat sejak 20 November karena infeksi menunjukkan tren meningkat lagi.

Dia berbicara pada konferensi pers beberapa jam setelah Kantor Kepresidenan Prancis mengumumkan Presiden Emmanuel Macron telah dites positif. Kondisi ini mendorong upaya pelacakan dan penelusuran di seluruh Eropa setelah banyak pertemuan antara Macron dan para pemimpin Uni Eropa.

Salomon, yang berbicara tentang "perkembangan pandemi yang mengkhawatirkan" sepekan sebelum Natal mengatakan tingkat reproduksi penyakit itu telah naik di atas satu lagi, pada 1,03. Tingkat di bawah satu diperlukan untuk secara bertahap menahan penyakit.

Dengan lebih dari 2,42 juta kasus, Prancis adalah negara yang terinfeksi terparah kelima di dunia. Setelah mencapai puncaknya di hampir 87 ribu pada 7 November, jumlah harian kasus baru menurun drastis pada pekan-pekan berikutnya, terutama berkat karantina nasional kedua dari 30 Oktober hingga 15 Desember.

Namun kasus gagal jatuh di bawah target 5.000 yang ditetapkan oleh pemerintah dan karenanya mengganti karantina dengan tindakan yang lebih ketat dari yang direncanakan semula.

Rata-rata pergerakan tujuh hari dari kasus baru, di 12.764, berada di level tertinggi 20 hari. Korban meninggal naik 258, menjadi 59.619, tertinggi ketujuh di dunia, dibandingkan 289 pada Rabu dan rata-rata pergerakan tujuh hari di 383.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA