Monday, 16 Zulhijjah 1442 / 26 July 2021

Monday, 16 Zulhijjah 1442 / 26 July 2021

Telepon Jokowi, Abbas Apresiasi RI Tolak Normalisasi Israel

Kamis 17 Dec 2020 19:54 WIB

Red: Nur Aini

Presiden Palestina Mahmoud Abbas

Presiden Palestina Mahmoud Abbas

Foto: AP Photo/Richard Drew
Abbas menghargai sikap Indonesia dalam mendukung perjuangan Palestina

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA -- Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyambut baik sikap pemerintah Indonesia yang menolak hubungan normalisasi dengan Israel.

Apresiasi itu disampaikan saat panggilan telepon yang dilakukan oleh Presiden Abbas pada Rabu (16/12) dengan Presiden Indonesia Joko" Jokowi" Widodo, menurut kantor berita resmi Palestina, WAFA.

Baca Juga

Abbas menghargai sikap Indonesia dalam mendukung perjuangan Palestina, penolakan Indonesia terhadap normalisasi sebelumnya dengan Israel, dan komitmen bagi perwujudan perdamaian terlebih dahulu berdasarkan solusi dua negara.

Selama pembicaraan telepon, Presiden Palestina menyampaikan kepada Jokowi tentang "perkembangan terkini dalam perjuangan Palestina."

WAFA juga mengutip pernyataan Presiden Jokowi, yang mengatakan, "Meskipun terjadi perubahan cepat di Timur Tengah, Indonesia tidak akan mengambil langkah normalisasi dengan Israel sampai perdamaian permanen dan komprehensif tercapai antara Palestina dan Israel."

“Indonesia sebagai negara Muslim terbesar akan terus berupaya mendukung tercapainya perdamaian dan berperan lebih besar di bidang ini,” ujarnya.

Sejak pertengahan September, Israel telah mencapai kesepakatan dengan negara-negara Timur Tengah, yakni Uni Emirat Arab dan Bahrain, juga dengan Sudan dan Maroko untuk melakukan normalisasi hubungan dengan mereka.

Palestina menentang normalisasi hubungan negara-negara Arab dan Islam dengan Israel, sebelum Israel mengakhiri pendudukannya di Tepi Barat serta Jalur Gaza dan sebelum negara Palestina merdeka berdiri.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA