Thursday, 24 Ramadhan 1442 / 06 May 2021

Thursday, 24 Ramadhan 1442 / 06 May 2021

Menteri KKP Lepas Ekspor Perikanan 1.739 Ton

Kamis 10 Dec 2020 16:05 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Gita Amanda

Nelayan menimbang ikan tuna sirip kuning saat berlangsung proses lelang di terminal Pelabuhan Perikanan Samudera Kutaraja, Banda Aceh, Kamis (10/12/2020). (ilustrasi).

Nelayan menimbang ikan tuna sirip kuning saat berlangsung proses lelang di terminal Pelabuhan Perikanan Samudera Kutaraja, Banda Aceh, Kamis (10/12/2020). (ilustrasi).

Foto: Antara/Ampelsa
Volume ekspor perikanan mencapai 388.655 ton selama periode Januari-10 Desember

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) ad Interim, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan komoditas kelautan dan perikanan Indonesia semakin diminati pasar global. Hal ini ditunjukkan dengan tumbuhnya volume ekspor yang tercatat oleh Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Hasil Perikanan (BKIPM) Jakarta II. Hal ini disampaikan Syahrul saat melepas ekspor perikanan sebanyak 1.739 ton di New Priok Container Terminal (NPCT 1), Jakarta Utara, Kamis (10/12).

Syahrul menyebut volume ekspor perikanan mencapai 388.655 ton selama periode Januari-10 Desember 2020 atau tumbuh 8,74 persen dibanding periode yang sama pada 2019 yang sebanyak 357.402 ton. Tak hanya itu, dari sisi nilai ekspor juga mengalami peningkatan sebesar 8,09 persen dengan total Rp 20,57 triliun.

"Kita patut berbangga, di situasi Covid-19 ini, ekspor perikanan tumbuh 8,74 persen dari segi volume dan tumbuh 8,09 persen dari sisi nilai," ujar Syahrul dalam siaran pers yang diterima Republika di Jakarta, Kamis (10/12).

Dalam pelepasan ekspor tersebut, Syahrul juga memberikan sertifikat kesehatan kepada para eksportir. Sertifikat tersebut sebagai jaminan komoditas yang diperkirakan mencapai Rp 129 miliar ini merupakan produk yang aman dikonsumsi dan bermutu. Syahrul berharap ekspor perikanan bisa terus meningkat agar perekonomian nasional bisa segera bangkit.

"Kita percaya, sektor kelautan dan perikanan bisa menjadi pengungkit ekonomi di tengah pandemi," ucap Syahrul.

KKP, lanjut Syahrul, akan terus menghadirkan pelayanan prima kepada para pelaku usaha serta menawarkan kemudahan serta efisiensi meski di tengah pandemi Covid-19. "Tak lupa saya sampaikan apresiasi kepada jajaran BKIPM yang terus berupaya menghadirkan layanan agar ekspor tetap berjalan dan bahkan tumbuh," sambung Syahrul.  
 
Sementara Kepala BKIPM Rina memaparkan ekspor perikanan yang dilepas Menteri Syahrul hari ini akan dikirim ke sejumlah negara seperti Malaysia, Thailand, Singapura, Hongkong, Vietnam, Jepang, China, Sri Lanka, Korea Selatan, Spanyol, Portugal, Amerika Serikat dan Kanada.

Adapun komoditas yang diekspor di antaranya sword fish, yellow fin tuna, cumi, sotong, shrimp, gindara, gurita, kakap, mahi-mahi, manyung, marlin, sarden, surimi, tenggiri, tuna dan ubur-ubur. "Ini kita ekspor ke berbagai negara, ada ke negara Eropa, Asia, dan Amerika," ungkap Rina.

Rina menambahkan, kegiatan ekspor ini dilakukan di tiga tempat secara serentak yakni di Koja, JICT, dan NPCT 1 dengan total 96 kontainer. Ia memastikan di tengah pandemi, petugas BKIPM menerapkan protokol kesehatan selama bertugas. Hal ini untuk mencegah kontaminasi virus sekaligus menjaga keberterimaan ekspor dari Indonesia. Tak hanya itu, BKIPM juga melakukan jemput bola guna meningkatkan ekspor selama pandemi Covid-19.

"Kita selalu tekankan ke petugas di lapangan untuk selalu menerapkan protokol kesehatan," kata Rina.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA