Monday, 24 Rajab 1442 / 08 March 2021

Monday, 24 Rajab 1442 / 08 March 2021

Pesawat Tempur Israel Masuk Wilayah Lebanon

Rabu 02 Dec 2020 05:05 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Muhammad Hafil

Pesawat Tempur Israel Masuk Wilayah Lebanon. Foto:  Keterangan foto: Tentara Israel memecat suar dan peluru asap di dekat perbatasan Lebanon pada 26 Agustus 2020.

Pesawat Tempur Israel Masuk Wilayah Lebanon. Foto: Keterangan foto: Tentara Israel memecat suar dan peluru asap di dekat perbatasan Lebanon pada 26 Agustus 2020.

Foto: timesofisrael
Wilayah Lebanon dimasuki tentara Israel.

REPUBLIKA.CO.ID,BEIRUT -- Pesawat-pesawat tempur Israel melanggar wilayah udara Lebanon pada Senin (30/11). Armada militer tersebut diketahui terbang di atas ibu kota Beirut dan beberapa wilayah negara itu.

Laporan Anadolu Agency menyatakan, penduduk di Beirut dan pinggiran kota mendengar ledakan sonik yang dibuat oleh pesawat tempur. Pesawat tersebut pun terlihat melakukan penerbangan intensif di ketinggian sedang dan rendah.

"Pesawat-pesawat tempur musuh Israel melakukan penerbangan intensif Senin pada ketinggian sedang dan rendah di atas berbagai wilayah Lebanon di selatan, Metn, Jbeil, Keserwan, Hasbaya dan Beirut," ujar laporan Kantor Berita Nasional Lebanon, National News Agency.

Baca Juga

Pesawat Israel juga terbang di atas kota Sidon selatan dan kota Jezzine, selatan ibu kota, serta wilayah di utara Beirut. Penampakan ini pun bukan kali pertama bagi Israel melakukan hal serupa.

Tentara Lebanon sering melaporkan pelanggaran atas wilayah udaranya oleh pesawat tempur dan drone Israel. Dalam beberapa bulan terakhir, Lebanon dan Israel saling menuduh atas pelanggaran darat, udara, dan ruang laut.

Lebanon terkunci dalam perselisihan dengan Israel atas suatu wilayah di Laut Mediterania yang mencakup sekitar 860 kilometer persegi  yang dikenal sebagai Zona No. 9. Wilayah ini dilaporkan kaya akan minyak dan gas. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA