Friday, 14 Muharram 1444 / 12 August 2022

Antisipasi Hujan Abu, Tiga Candi Ditutup Terpal

Senin 30 Nov 2020 20:02 WIB

Red: Ratna Puspita

Petugas Balai Konservasi Borobudur (BKB) menutup stupa dengan menggunakan terpal di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Petugas Balai Konservasi Borobudur (BKB) menutup stupa dengan menggunakan terpal di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Foto: Wihdan Hidayat / Republika
Ketiga candi, yakni Candi Borobudur, Candi Mendutdan Candi Pawon.

REPUBLIKA.CO.ID, MAGELANG -- Balai Konservasi Borobudur (BKB) segera menutup tiga candi di kawasan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, dengan terpaulin atau terpal paling tebal. Penutupan untuk mengantisipasi hujan abu jika Gunung Merapi erupsi.

Kepala Balai Konservasi Borobudur Wiwit Kasiati mengatakan ketiga candi yang akan ditutup terpaulin tersebut, yakni Candi Borobudur, Candi Mendut, dan Candi Pawon. Wiwit menuturkan penutupan Candi Borobudur dan Candi Mendut sudah berlangsung beberapa waktu lalu, tetapi Candi Pawon belum dimulai.

Baca Juga

"Nanti Candi Pawon juga ditutup, sekarang yang tengah kita lakukan penutupan Candi Mendut dan Candi Borobudur," kata dia usai Gelar Budaya, Kampanye Pelestarian Borobudur di Mata Anak Muda pada puncak peringatan HUT Ke-29 BKB di Magelang, Senin (30/11).

Menurut dia, penutupan bangunan candi ini bagian antisipasi kalau Gunung Merapi erupsi, karena pengalaman tahun 2010 untuk membersihkan batu candi dari abu vulkanik Merapi membutuhkan cukup waktu dan tenaga. "Kami tidak ingin berulang seperti dulu, kami tidak ingin terlalu lama menutup candi sehingga kami tutup dengan terpaulin untuk sementara sebagai antisipasi," katanya.

Ia menyebutkan untuk Candi Borobudur yang ditutup terpaulin bagian lantai lorong dan stupa dan untuk Candi Mendut sudah ditutup bagian atas. "Jadi tiga candi itu sudah punya covernya semua, tinggal menutupkan," katanya.

Namun, dia mengatakan, karena keterbatasan tenaga dan juga kondisinya tidak darurat erupsi maka bekerjanya secara bertahap. "Belum semua pegawai masuk, karena masih ada yang WFH terkait pandemi Covid-19 sehingga kami belum mengerahkan semua pegawai untuk menutup, kecuali kalau terjadi erupsi mau tidak mau kita harus menggerakkan semua pegawai untuk menutup," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA