Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Trump Tinggalkan Forum yang Bahas Pandemi di KTT G20

Ahad 22 Nov 2020 13:07 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Christiyaningsih

Presiden Donald Trump

Presiden Donald Trump

Foto: CONSOLIDATED NEWS PHOTOS POOL
Trump absen pada sesi konferensi khusus yang membahas fokus soal pandemi Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dijadwalkan berpartisipasi dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kelompok 20 (G20) secara virtual, Sabtu (21/11) waktu setempat. Namun, dia absen pada sesi konferensi khusus yang membahas fokus soal pandemi virus korona.

Trump malah mencicit di Twitter soal pemilihan presidennya. Belum jelas apakah Trump akan hadir dalam KTT G20 hari kedua, meski susunan acara yang dirilis Gedung Putih mengonfirmasi Trump menghadiri KTT.

Seperti dilansir laman CNN, ketika acara dimulai Trump termasuk di antara para pemimpin dunia yang muncul melalui konferensi video. Namun selang 13 menit sejak acara dimulai Sabtu (21/11) pukul 08.00 waktu AS, Trump mencicit di Twitter yang berfokus pada upayanya untuk membatalkan hasil pemilihan presiden AS.

Pada pukul 10.00 waktu AS, Presiden kemudian meninggalkan Gedung Putih dalam perjalanan ke klub golf di luar Washington, DC. Trump memilih bermain golf saat forum khusus tentang Kesiapsiagaan Pandemi yang menampilkan sambutan dari Presiden Prancis Emmanuel Macron, Kanselir Jerman Angela Merkel, Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, dan beberapa pemimpin dunia lainnya. Trump tidak berpartisipasi dalam rangkaian pertemuan penting itu.

Trump dijadwalkan akan mengikuti sesi G20 lainnya pada Ahad pagi waktu AS, sesuai dengan jadwal Gedung Putih. Meski demikian, itu kemungkinan terakhir kali Trump akan bertemu dalam pertemuan puncak dengan para pemimpin dunia lainnya saat akhir masa kepresidenannya semakin dekat.

Pengaruh Trump di panggung global sedang surut setelah kalah dalam pemilihan. Sebagian besar pemimpin G20 lainnya mengucapkan selamat kepada Presiden terpilih Joe Biden atas kemenangannya dengan pengecualian penting pada Presiden Rusia Vladimir Putin.

Tidak ada harapan yang tinggi untuk G20 tahun ini, meskipun pandemi membutuhkan upaya global untuk menahan virus. Hal tersebut sebagian karena tidak adanya kepemimpinan Amerika. Akan tetapi para pemimpin dunia lainnya juga telah berjuang untuk mengikat rekan-rekan mereka dalam upaya bersama untuk memerangi Covid-19.

Trump pun tidak berpihak pada pertemuan puncak, bahkan ketika pertemuan itu tidak diadakan secara virtual. Sebelumnya, dia meninggalkan pertemuan G7 di Kanada lebih awal dan membatalkan tanda tangannya pada komunike terakhirnya.

Menjelang G7 tahun lalu di Biarritz, Prancis, dia bertanya kepada para pejabat penasihatnya apakah memang perlu untuk hadir. Tahun ini, giliran Trump menjadi tuan rumah G7. Namun pandemi menggagalkan rencana untuk menjadi tuan rumah para pemimpin di AS.

Pada satu titik, Trump mengangkat prospek diadakannya G7 setelah pemilihan. Namun para pejabat mengatakan tidak ada rencana untuk mengatur pertemuan sebelum kepresidenan G7 dipindahkan ke Inggris pada Januari.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA