Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

Jumlah Kasus Covid-19 di Prancis Lampaui 2 Juta

Rabu 18 Nov 2020 07:47 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Restoran tutup di salah satu sudut Kota Paris. Prancis mengonfirmasi kasus Covid-19 terkonfirmasi mencapai 2.036.755.

Restoran tutup di salah satu sudut Kota Paris. Prancis mengonfirmasi kasus Covid-19 terkonfirmasi mencapai 2.036.755.

Foto: EPA-EFE/MOHAMMED BADRA
Meski begitu, Prancis melihat upaya pengendalian Covid-19 mulai membuahkan hasil.

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Jumlah kumulatif kasus Covid-19 Prancis sekarang melebihi dua juta. Meski begitu, upaya untuk mengendalikan pandemi mulai membuahkan hasil, menurut pejabat kesehatan pada hari Selasa.

Pihak berwenang telah melaporkan total kasus terkonfirmasi infeksi SARS-CoV-2, virus corona tipe baru yang menyebabkan Covid-19, mencapai 2.036.755. Jumlah kematian di rumah sakit dan panti jompo kini menjadi 46.273, termasuk 437 selama 24 jam terakhir, menurut Direktur Jenderal Kesehatan Jerome Salomon.

"Upaya kolektif kami mulai membuahkan hasil, jumlah kasus baru telah menurun selama beberapa hari ... Kami harus menggandakan upaya kami untuk mendapatkan kembali kendali atas epidemi," kata Salomon dalam konferensi pers.

Menurut Salomon, kepatuhan warga terhadap jam malam dan karantina wilayah membantu tren positif tersebut. Pihaknya akan terus menerapkan tingkat kewaspadaan yang sangat tinggi agar dapat melewati perayaan akhir tahun dan bulan-bulan musim dingin dengan aman.

Menteri Kesehatan Olivier Veran mengatakan pada hari Senin bahwa negara itu mulai mengekang penyebaran virus corona, tetapi belum siap untuk mengurangi karantina nasional keduanya. Setelah peraturan jam malam yang diberlakukan di kota-kota besar Prancis pada pertengahan Oktober gagal memberikan hasil yang diharapkan pemerintah, mereka memberlakukan lockdown selama satu bulan pada 30 Oktober, meskipun tidak seketat yang berlaku dari 17 Maret hingga 11 Mei.

Presiden Emmanuel Macron akan berbicara menjelang pertengahan pekan depan tentang kondisi pelonggaran progresif penguncian, kata BFM TV pada hari Selasa, mengutip sumber. Prancis telah mencatat jumlah infeksi virus corona tertinggi keempat secara global dan ketujuh dalam jumlah kematian.

sumber : Antara, Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA