Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Joe Biden: Kini Waktunya Bersatu dan Tinggalkan Kemarahan

Ahad 08 Nov 2020 03:40 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Warga turun ke jalan di New York, Amerika Serikat setelah kandidat dari Partai Demokrat, Joe Biden, dikabarkan menang dalam persaingan dengan pejawat Donald Trump dalam pilpres AS, Sabtu (7/11) waktu setempat.

Warga turun ke jalan di New York, Amerika Serikat setelah kandidat dari Partai Demokrat, Joe Biden, dikabarkan menang dalam persaingan dengan pejawat Donald Trump dalam pilpres AS, Sabtu (7/11) waktu setempat.

Foto: AP
Biden menang pilpres AS setelah melewati 270 Electoral College.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kandidat presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Joe Biden, mengatakan bahwa dirinya merasa terhormat karena masyarakat AS telah memilihnya untuk menjadi presiden. Biden mengatakan, kini waktunya bagi Amerika Serikat untuk menyembuhkan perpecahan yang ditinggalkan oleh kampanye pilpres dan bersatu sebagai bangsa.

"Saya merasa terhormat dan bersyukur atas kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat Amerika kepada saya dan Wakil Presiden terpilih (Kamala) Harris. Di tengah tantangan yang belum pernah dihadapi sebelumnya, warga Amerika dalam jumlah yang memecah rekor memberikan suaranya," kata Biden melalui Twitter, pada Sabtu.

"Dengan kampanye yang telah usai, kini waktunya untuk meninggalkan kemarahan dan retorika kasar di belakang kita dan bersatu sebagai sebuah bangsa. Kini waktunya untuk Amerika bersatu. Dan untuk menyembuhkan diri," ujar Biden.


Biden memenangkan pemilihan presiden Amerika Serikat pada Sabtu, sebagaimana dilaporkan Edison Research dan sejumlah jaringan televisi. Kemenangan itu diraih Biden ketika para pemilih dengan tegas menolak kepemimpinan yang gaduh dari pejawat dari Partai Republik Donald Trump.

Pemilih menyambut janji Biden tentang upaya baru dalam melawan pandemi Covid-19, memperbaiki ekonomi, dan menyembuhkan bangsa yang terpecah. Biden unggul dengan perolehan suara Electoral College 273 dibanding 214.

Posisi itu dicapai Biden-Harris setelah memenangkan 20 suara elektoral Pennsylvania yang menempatkan perolehan suaranya di atas 270, angka yang dibutuhkan untuk mengamankan kursi kepresidenan, menurut Edison Research.

Sementara itu, Presiden Donald Trump mengatakan pada Sabtu, pihaknya akan mulai mengajukan kasus sengketa hasil pemilu AS di pengadilan pekan depan, setelah sejumlah media melaporkan kemenangan Biden. Ia menyebut "pemilihan presiden ini sama sekali belum selesai".

"Kita semua tahu mengapa Joe Biden terburu-buru untuk berpura-pura menjadi pemenang, dan mengapa sekutu-sekutu medianya dengan keras berusaha untuk membantunya: mereka tidak mau kebenaran diungkap," kataTrump dalam sebuah pernyataan.

"Faktanya sederhana, pilpres ini sama sekali belum selesai," ujar dia.

Trump telah berulang kali membuat klaim tak berdasar akan adanya kecurangan dalam pemilihan.

sumber : Antara, Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA