Sunday, 19 Safar 1443 / 26 September 2021

Sunday, 19 Safar 1443 / 26 September 2021

Semangat Sumpah Pemuda dan Indonesia Emas 2045

Rabu 04 Nov 2020 06:20 WIB

Red: Elba Damhuri

Sejumlah mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar berunjuk rasa di depan kampus Unismuh Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (28/10/2020). Unjuk rasa mahasiswa dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda tersebut mendesak pemerintah agar membatalkan UU Cipta Kerja karena dinilai merugikan para pekerja.

Sejumlah mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar berunjuk rasa di depan kampus Unismuh Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (28/10/2020). Unjuk rasa mahasiswa dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda tersebut mendesak pemerintah agar membatalkan UU Cipta Kerja karena dinilai merugikan para pekerja.

Foto: Antara/Abriawan Abhe
Euforia semangat sumpah pemuda tahun ini sangat terasa meski di tengah pandemi corona

Oleh : Hilyatul A Priwansyah, Mahasiswi Universitas Paramadina Jakarta

Bahkan sebuah pisau dapur pun bisa berdosa. Metafora dari bonus demografi yang digaung-gaungkan akan terjadi di Indonesia 2045. Bonus demografi Indonesia, 70%-nya ternyata dalamusia produktif (15-64 tahun), sedangkan sisanya 30% merupakan penduduk yang tidak produktif (usia dibawah 14 tahun dan diatas 65 tahun) pada periode tahun 2020-2045. 

Hal ini dapat dimaknai bahwa masa bonus demografi sudah dimulai tahun ini (2020). Seperti menemukan harta karun berwujud pisau bermata dua, jika dimanfaatkan dengan sangat optimal akan terwujud Indonesia Emas 2045, tetapi kalau tidak? Bisa jadi tugas tambahan bagi negara.

Baca Juga

Walaupun dalam kondisi pandemi Covid-19, euforia semangat sumpah pemuda tahun ini sangat terasa. Banyak dari organisasi pemerintah dan non-pemerintah yang menyelenggarakan acara dengan berbagai bentuk. Ada yang dalam bentuk kompetisi, kongres, hingga webinar berskala nasional. 

Topik yang dibahas pun beragam karena Indonesia merupakan negara kepulauan yang sangat majemuk dengan berbagai macam budaya dan struktur masyarakat yang berbeda (bhineka).Seperti masalah ketidakmerataan yang selalu ada dalam bidang pendidikan, etika, ekonomi, politik, infrastruktur, maupun fasilitas penunjang.

Misal, dalam kenyataannya, taraf ekonomi di pulau Jawa dengan pulau Papua memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Untuk mengatasinya, tidak mungkin seluruh wilayah Indonesia dipukul rata 100% sama, namun yang dapat dilakukan adalah memaksimalkan peran produktif dari masing-masing elemen masyarakat atau based asset development, sehingga kualitas hidup meningkat dan kesenjangan dapat diminimalisir. Dengan begitu, seluruh wilayah mengalami progress yang sangat signifikan dan luas efeknya di era Indonesia Emas 2045.

Pada 2045, Indonesia akan menghadapi 10 perubahan besar di tingkat global, di mana jumlah penduduk dunia diperkirakan akan mencapai 10 miliar jiwa. Diperkirakan juga 71% dari total output dunia dikontribusi oleh negara berkembang, dengan Asia menyumbang sekitar 54%. 

Pemerintah sendiri melalui dokumen Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang disusun oleh Menko Perekonomian mencanangkan bahwa Indonesia pada tahun 2045 akan menjadi negara maju, mandiri, makmurdan adil. 

Indonesia akan keluar dari perangkap pendapatan menengah (middle income trap) menjadi negara dengan pendapatan tinggi. Selanjutnya, Indonesia akan menjadi negara maju dengan kekuatan ekonomi ke-5 terbesar di dunia dengan PDB sebesar USD 7,4 triliun. Pun pangsa pasar ekspor Indonesia di pasar dunia akan meningkat menjadi 2% dan akan mengubah peringkat Indonesia menjadi urutan ke-10 eksportir dunia. 

Dalam menunjang kesiapan tersebut, bidang pertama yang sangat menentukan keberhasilan Indonesia emas 2045 adalah pendidikan. Pendidikan merupakan bidang yang sangat signifikan dalam mempengaruhi kualitas SDM. Kemendikbud memberikan arah kebijakan pendidikan yang diprioritaskan pada pendidikan usia dini yang digencarkan sampai ke desa-desa, dan pendidikan dasar serta menengah yang berkualitas juga merata. 

Hal tersebut  akan dibagi menjadi tiga tahap, tahap pertama (2016-2025), pembangunan pendidikan difokuskan pada peningkatan kapasitas satuan pendidikan sebagai penyelenggara pendidikan dalam memperluas layanan dan meningkatkan modernisasi penyelenggaraan proses pembelajaran. 

Tahap kedua (2026-2035), pembangunan pendidikan dalam mewujudkan manusia Indonesia yang mandiri, maju, adil dan makmur. Tahap ketiga (2036-2045) pembangunan pendidikan diarahkan pada meningkatnya taraf pendidikan rakyat Indonesia yang mampu menciptakan SDM unggul dan berdaya saing internasional. 

Akan tetapi, kebijakan ini akan sia-sia jika pemain utamanya (pemuda) tidak bersama-sama berkontribusi. Sejarah mencatat, bahwa dari sejak pra-kemerdekaan, para pemuda telah aktif dalam kegiatan pendidikan. Seorang Sutomo yang dalam usia 20 tahun sudah mampu mendirikan Taman Siswa di Jogjakarta dalam Perkumpulan Budi Utomo sejatinya merupakan bukti bahwa sejak awal proses kemerdekaan, para pemuda telah terlibat aktif dalam bidang pendidikan. Maka, sebagaimana kalimat “sejarah akan berulang”, Indonesia akan kembali berhasil dalam menghasilkan SDM yang berkualitas.

Dengan SDM yang berkualitas, Indonesia pun dapat memaksimalkan kekuatan ekonomi kreatif dan digital yang akan mendorong pertumbuhan bahkan juga sebagai penggerak ekonomi berbasis inovasi. Sektor industri juga menunjang kesiapan tersebut. Diperkirakan sektor industri nantinya akan meningkat sebanyak 26% di 2045, khususnya pada sektor penggerak ekonomi berbasis sumber daya alam, integrasi rantai hulu-hilir, dan bagian dari rantai nilai global yang mendorong revolusi industri 4.0.

Kemudian bidang selanjutnya adalah demokrasi. Visi dari Indonesia Emas 2045 adalah terciptanya demokrasi atau politik yang berkualitas. Hasil evaluasi rata-rata provinsi pada tahun 2017 pada Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) mencapai angka 72,11 poin di mana tergolong dalam demokrasi dengan indeks 'sedang' (Bappenas, 2017). Dari laporan ini dapat diketahui bahwa demokrasi masyarakat Indonesia serta variabel kebebasan mengemukakan pendapat masih dalam rentang rendah. 

Politik saat ini menjadi faktor terbesar perpecahan bangsa. Perlu adanya pencerdasan dan kontrol intensif baik oleh pemerintah dan masyarakat khususnya untuk para pemuda demi terciptanya politik yang bersih dan sehat guna menyongsong Indonesia Emas, sehingga politik atau demokrasi pada era tersebut dapat mencapai indeks yang baik dan kokoh. Hal ini dapat diwujudkan pula dengan mengimplementasikan semangat yang sama seperti upaya pembentukan bangsa Indonesia sebagai nation oleh pemuda pada abad-20 dengan mempelopori bangkitnya pergerakan nasional.

Persiapan yang matang dalam hal pendidikan, ekonomi dan politik tidak akan berhasil jika jiwa sosial dan budaya atau karakter pada diri bangsa Indonesia tidak baik. Di era globalisasi ini memang nilai sosial Indonesia semakin menurun. Tetapi untuk mencapai Indonesia Emas 2045 kesadaran terhadap jati diri Indonesia dan cinta tanah air sangat diperlukan. 

Semangat seperti masa sumpah pemuda dalam heroisme dan patriotismenya, pergerakan perjuangan pemuda Indonesia pada arah dan tujuan yang jelas tanpa memedulikan agama, suku, ras, daerah dan golongan (Etika baik dan toleransi ditanamkan), hingga semangat pantang menyerah dan rela berkorban demi kepentingan bangsa. Rasa satu bangsa itulah yang akan menghasilkan hubungan harmonis. Indonesia nantinya akan lebih kokoh dengan rasa kesatuan dan persatuan tersebut. Hal itu menjadi percepatan untuk menjadikan Indonesia Emas 2045 bukan mimpi semata, melainkan cita-cita yang pasti tercapai.

Kesimpulan

Semangat sumpah pemuda ini menjadi kunci. Pemuda dan masa depan menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan seperti dua sisi mata uang.

Banyak negara yang telah sukses dan terbukti memanfaatkan bonus demografinya dengan maksimal seperti Malaysia, Jepang dan lainnya. Indonesia pasti akan seperti mereka bahkan lebih baik. Jika dilihat dari segi kuantitas, jumlah penduduk yang masuk ke dalam usia produktif tidak perlu diragukan lagi.

Akan tetapi, hal tersebut harus didukung dengan tingkat kualitas yang baik untuk setiap individu. Kesalahan kecil saja akan memberikan dampak buruk dan akhirnya akan menimbulkan masalah. Maka dari itu, semangat sumpah pemuda menjadi 'pendorong' yang sangat berpengaruh dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Editor: Muh Nur Taufiq al-Hakim

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA