Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

Banjir di Pasuruan dan Sidoarjo Belum Surut

Selasa 03 Nov 2020 11:50 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Friska Yolandha

Pengendara sepeda motor mendorong kendaraannya saat menerobos jalan yang tergenang banjir di kawasan jalan raya Gempol, Pasuruan, Jawa Timur, Senin (2/11/2020).  Hujan lebat yang turun beberapa hari terakhir dan jebolnya tanggul di kawasan tersebut mengakibatkan banjir dengan ketinggian 80 cm sampai satu meter.

Pengendara sepeda motor mendorong kendaraannya saat menerobos jalan yang tergenang banjir di kawasan jalan raya Gempol, Pasuruan, Jawa Timur, Senin (2/11/2020). Hujan lebat yang turun beberapa hari terakhir dan jebolnya tanggul di kawasan tersebut mengakibatkan banjir dengan ketinggian 80 cm sampai satu meter.

Foto: ANTARA/Umarul Faruq
Banjir merendam sejumlah wilayah dengan ketinggian hingga 50 sentimeter.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Kasi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim, Satriyo Nur Seno mengungkapkan adanya beberapa daerah di Jatim yang terendam banjir akibat tingginya intensitas hujan beberapa hari terakhir. Satriyo mengungkapkan, setidaknya ada dua daerah yang hingga Selasa (3/11) masih terendam banjir, yakni Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Sidoarjo.

Di Kabupaten Pasuruan, Banjir merendam beberapa desa di Kecamatan Beji meliputi Desa Kedungringin dengan ketinggian air sekitar 20 hingga 80 sentimeter. Setidaknya ada 1.300 keluarga yang terdampak. Kemudian di Desa Kedung Boto, dimana ketinggian air berkisar antara 10 hingga 60 sentimeter. Kurang lebih 750 yang terdampak di desa tersebut.

"Kemudian banjir juga meredam Desa Cangkring Malang dengan ketinggian air antara 20 sampai 50 sentimeter. Di desa inj adala 1.035 keluarga terdampak," ujar Striyo melalui pesan singkatnya, Selasa (3/11).

Baca Juga

Masih di Pasuruan, Kecamatan Gempol juga turut dilanda genangan banjir akibat tingginya curah hujan. Ada beberapa desa yang terdampak di sana, yakni Desa Gempol, Kejampanan, dan Legok. 

Di Desa gempol dan Kejapanan, ketinggian air sekitar 20 hingga 50 sentimeter. Ada 1.814 keluarga yang terdampak. Sedangkan di Desa Legok, ketinggian air berkisar antara 20 hingga 50 sentimeter dengan 80 keluarga terdampak.

Di Kabupaten Sidoarjo, banjir merendam Kecamatan Tanggulangin dan Kecamatan Porong. Di Kecamatan Tanggulangin, banjir menggenangi Desa Kedung Banteng dengan ketinggian air 10-28 sentimeter. Kemudian di Desa Banjarasri, ketinggian air kurang lebih 10-17 sentimeter, Desa Banjarpanji 10-17 sentimeter, dan Desa Kalitengah Rkurang lebih 7 sentimeter.

Di Kecamatan Porong, banjir menggenangi Desa Kesambi dengan etinggian air kurang lebih 10-20 sentimeter. Kemudian Desa Pesawahan dengan ketinggian air 10-30 sentimeter, Desa Pamotan 5-10 sentimeter, dan Desa Gedang 10-20 sentimetet. Ribuan keluarga di Pasuruan juga terdampak banjir tersebut, meskipun Satriyo belum bisa memastikan data pastinya.

"Nihil korban jiwa dan kerugian materal. Mengungsi pun dalam arti hanya di tempat tetangga atau keluarga saja. Dalam skala kecil," ujar Satriyo.

Sementara itu, lanjut Satriyo, banjir yang juga sempat menggenangi beberapa kecamatan di Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Jombang, dan Kabupaten Pacitan dipastikan telah surut. Satriyo mengaku, pihaknya telah berkoordinasi dengan BPBD kabupaten/ kota terdampak, guna melakukan pemantauan terkait kondisi terkini.

"BPBD Jatim juga memberangkatkan TRC ke Kabupaten Pasuruan untuk membantu proses penanganan. Kami juga memberi dukungan bantuan logistik berupa paket Sembako," kata Satriyo.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA