Friday, 14 Rajab 1442 / 26 February 2021

Friday, 14 Rajab 1442 / 26 February 2021

Politikus Umno: Saat Ini tak Perlu Pikir Pengganti Muhyiddin

Senin 19 Oct 2020 16:43 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Teguh Firmansyah

Perdana Menteri Malaysia Tan Sri Muhyiddin Yassin.

Perdana Menteri Malaysia Tan Sri Muhyiddin Yassin.

Foto: Antara/Agus Setiawan
Annuar Musa menyarankan digelarnya pemilihan umum untuk menentukan nasib PM.

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Pemimpin senior Partai Umno Malaysia, Annuar Musa mengatakan, bahwa untuk saat ini tidak perlu memikirkan pengganti Perdana Menteri Muhyiddin. Menurut Musa, Malaysia sekarang harus memikirkan untuk mengadakan pemilihan umum (pemilu) agar membiarkan pemilih memutuskan siapa perdana menterinya di tengah Covid-19 yang telah berkurang.

Hal tersebut dia katakan saat mengomentari laporan berita Parti Pejuang Tanah Air (Pejuang) pada Jumat (17/10) lalu. Berita tersebut memuat pencalonan ketua partainya Mahathir Mohamad sebagai kandidat untuk menggantikan Muhyiddin Yassin sebagai perdana menteri.

Sebagai tanggapan, Annuar mengomentari bahwa pemilihan umum dapat menentukan siapa perdana menterinya. "Tidak perlu memikirkan penggantinya untuk saat ini. Kami berada dalam konsensus, bantu pemerintah. Jika Covid-19 mereda, segera bubarkan Parlemen dan serahkan kepada publik. AS memiliki lebih banyak kasus Covid-19 dan mereka juga memiliki pemilihan," ujar Annuar melalui Twitter resminya seperti dilansir Malay Mail, Senin (19/10).

Sebelum cicitannya tersebut, Annuar yang juga merupakan Sekretaris Jenderal Barisan Nasional, mengatakan bahwa Covid-19 seharusnya tidak menghambat pemilu. Dalam unggahan cicitan yang terpisah, Annuar mengatakan, mekanisme untuk mengadakan pemilihan sela Batu Sapi yang akan datang.

Annuar mengatakan, praktik pemilihan sejalan dengan normal baru di tengah Covid-19 diperlukan. Hal ini menunjukkan bahwa pemilihan umum dapat diadakan dengan kampanye yang dilakukan secara virtual atau online.

Komisi Pemilihan Umum mengumumkan bahwa pemilihan sela Batu Sapi akan diadakan pada 5 Desember dengan serangkaian prosedur operasi standar baru yang diusulkan untuk mencegah penyebaran infeksi Covid-19. Kursi federal Batu Sapi kosong setelah petahana dan mantan menteri di Departemen Perdana Menteri yang bertanggung jawab atas hukum Datuk Liew Vui Keong meninggal pada 2 Oktober, setelah mengidap pneumonia saat dirawat.

Sementara Muhyiddin yang saat ini menjabat sebagai perdana menteri dan pemimpin pemerintahan Perikatan Nasional,  ditantang oleh presiden PKR dan Pemimpin Oposisi Anwar Ibrahim yang pada 23 September mengaku mendapat dukungan lebih dari 120 dari 222 anggota parlemen. Jika benar klaim itu, maka hal tersebut cukup untuk membentuk pemerintahan baru.

Tantangan lain juga muncul dengan Umno pada 13 Oktober mengatakan, mereka sedang mempertimbangkan penarikan dukungan untuk aliansi Perikatan Nasional Muhyiddin. Sementara ketua dewan penasihat Umno dan anggota parlemen Tengku Razaleigh Hamzah pada 14 Oktober dilaporkan sebelumnya telah menyuarakan dukungannya untuk mosi ketidakpercayaan untuk diajukan dan diperdebatkan di Parlemen melawan Muhyiddin.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA