Sunday, 19 Safar 1443 / 26 September 2021

Sunday, 19 Safar 1443 / 26 September 2021

Pemkab Purbalingga Kembangkan Perkebunan Kopi Arabika

Sabtu 17 Oct 2020 01:39 WIB

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Dwi Murdaningsih

Kopi arabika. ilustrasi

Kopi arabika. ilustrasi

Foto: ANTARA/Candra Yanuarsyah
bibit kopi yang ditanam merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

REPUBLIKA.CO.ID, PURBALINGGA -- Pemerintah Kabupaten Purbalingga mengembangkan perkebunan kopi Arabika di kawasan dataran tinggi. Hal ini ditandai dengan penanaman bibit kopi jenis arabika di Desa Kutabawa Kecamatan Karangreja yang merupakan kawasan dataran tinggi lereng timur Gunung Slamet.

Penanaman bibit kopi dilakukan Pjs Bupati bersama kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Jumat (16/10). ''Pencanangan pegembangan perkebunan kopi arabica di lereng Gunung Slamet ini, bersamaan dengan peringatan Hari Pangan Sedunia yang jatuh hari ini,'' jelas Pjs Bupati Purbalingga, Sarwa Pramana.

Dia menyebutkan, bibit kopi yang ditanam merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Bantuan bibit kopi yang diserahkan pada masyarakat sekitar hutan untuk ditanam, ada sebanyak 5.425 batang. 

''Bantuan bibit kopi ini dibagikan pada petani sekitar hutan di lima desa. Antara lain, empat desa di Kecamatan Karangreja dan satu desa di Kecamatan Karangjambu,'' ucap dia.

Beliau berharap, bibit pohon kopi yang telah ditanam agar dapat dipelihara dengan baik, sehingga kelak bisa memberikan hasil panen yang baik bagi petani. ''Bibit kopi arabika yang ditanam ini merupakan bibit unggul. Dalam waktu 3,5 tahun, sudah bisa dipanen sehingga petani bisa merasakan hasilnya,'' katanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah Suryo Banendro, mengatakan Pemprov Jateng sangat berkomitmen dalam membangun bidang pertanian dan perkebunan. Dalam bidang ini, pihaknya menilai komoditas kopi merupakan salah satu jenis usaha pertanian yang menjanjikan.

''Saat ini, masing-masing daerah di Jateng memiliki jenis kopi yang memiliki cita rasa khas sendiri-sendiri. Kopi ini bukan hanya masalah rasa. Tapi juga terkait dengan style gaya hidup anak muda, sehingga kami optimistis sektor pertanian kopi bisa berkembang makin baik,'' katanya.

Dia juga menyatakan, bibit kopi yang diberikan sebagai bantuan bagi warga Desa Kutabawa Kecamatan Karangreja, memang merupakan jenis kopi arabica. ''Bibit kopi jenis ini,  kami nilai paling cocok karena sesuai dengan kondisi tanah disini. Kopi Arabica dapat hidup subur pada ketinggian diatas 800 mdpl. Sedangkan Desa Kutabawa, berada di ketinggian 1.640 mdpl,'' ucap dia.

Baca Juga

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA