Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Penetapan Tarif Swab, Permintaan Harap Tes Mandiri Bertambah

Selasa 06 Oct 2020 18:27 WIB

Rep: Sapto Andika Candra / Red: Ratna Puspita

Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito

Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito

Foto: ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Batas atas tarif tes swab diharapkan mendorong masyarakat untuk memeriksakan diri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah berharap kebijakan baru tentang pembatasan tarif PCR test atau pemeriksaan swab untuk Covid-19 bisa mendorong lebih banyak masyarakat yang melakukan tes mandiri. Batas atas tarif tes swab memang telah ditetapkan sebesar Rp 900 ribu per spesimen, melalui Surat Edaran Menteri Kesehatan nomor HK 02/1/3713/2020. 

"Diharapkan dengan pertimbangan standar harga RT PCR, dapat menanggulangi disparitas perbedaan harga di laboratorium secara nasional dan mendorong masyarakat untuk bisa memeriksakan diri secara mandiri," ujar Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam keterangan pers di kantor presiden, Selasa (6/10). 

Wiku menambahkan, penatapan tarif tertinggi untuk tes RT PCR ini sudah melalui pembahasan bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). BPKP dilibatkan untuk mempertimbangkan komponen pelayanan dari setiap laboratorium dan rumah sakit, peluang bahan atau reagen yang habis pakai, komponen biaya administrasi, dan komponen beberapa biaya pendukung lainnya. 

Baca Juga

Pemerintah juga mengantisipasi adanya lonjakan permintaan tes swab setelah penetapan tarif atas atas ini. "Peluang ketidaktersediaan reagen bisa ditanggulangi dengan pemutaran pemasukan dan pengeluaran yang juga telah dipertimbangkan selama proses pembahasan standar harga tersebut," ujar Wiku.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA