Monday, 11 Zulqaidah 1442 / 21 June 2021

Monday, 11 Zulqaidah 1442 / 21 June 2021

Kebijakan Inggris Ancam Ratusan Ribu Lapangan Pekerjaan

Jumat 25 Sep 2020 14:15 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Christiyaningsih

Bandara London City di Inggris. Ratusan ribu pekerjaan sektor pariwisata di Inggris akan hilang jika ada pembatasan perjalanan. Ilustrasi.

Bandara London City di Inggris. Ratusan ribu pekerjaan sektor pariwisata di Inggris akan hilang jika ada pembatasan perjalanan. Ilustrasi.

Foto: Reuters/E. Keogh
Ratusan ribu pekerjaan sektor pariwisata akan hilang jika ada pembatasan perjalanan

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON — Ratusan ribu lapangan pekerjaan yang berhubungan dengan sektor pariwisata di Inggris terancam hilang dalam beberapa bulan ke depan. Kondisi itu dapat dihindari apabila pemerintah Inggris menawarkan dukungan yang tepat kepada para pekerja dan melonggarkan pembatasan perjalanan.

Pernyataan itu disampaikan kepala ekskeutif grup maskapai berbiaya rendah Ryanair, Michael O’Leary, pada Kamis (24/9). Ia memprediksi hal itu setelah Inggris mengumumkan auran pembatasan terbaru yang ditetapkan untuk mengendalikan infeksi Covid-19. Pada awal pekan ini, Inggris mengatakan akan memberlakukan kebijakan lockdown yang mencakup larangan perjalanan di Eropa.

Menurut O’Leary, gagalnya Inggris bergabung dalam rencana Uni Eropa (UE) dan memberikan skema cuti yang tepat untuk membayar pekerja terdampak selama aturan pembatasan ditetapkan akan membuat ratusan ribu orang kehilangan pekerjaannya pada musim dingin mendatang. Hal inilah yang membuatnya merasa pemerintah negara itu perlu mencari solusi yang tepat.

“Jika tidak ada solusi yang tepat, maka staf atau karyawan yang tidak diperlukan akan diberi cuti yang tidak dibayar (unpaid leave) dan hilangnya pekerjaan tak dapat dikesampingkan,” ujar O’Leary dalam wawancara dengan Sky News yang dilansir Metro, Kamis (24/9).

O’Leary mengatakan Ryanair berusaha untuk mencegah hal itu terjadi. Ia menyerukan agar dilakukan penghapusan pajak terhadap penumpang dari maskapai Inggris selama 12 hingga 24 bulan untuk meminimalisir kerugian yang terjadi selama pandemi Covid-19.

Skema perjalanan UE, yang akan diselesaikan pada pertengahan Oktober, akan menetapkan aturan perjalanan Covid-19 yang umum di seluruh benua. Termasuk dengan memberlakukan pembatasan di wilayah dengan tingkat kasus infeksi virus Covid-19 yang tinggi.

Awal bulan ini, O’Leary mengatakan pemesanan Ryanair untuk November dan Desember diharapkan dapat menyentuh sekitar 10 persen atau sekitar seperempat dari tingkat normal untuk periode akhit tahun. Ia mengatakan maskapai penerbangan Inggris secara umum kemungkinan akan terbang sekitar 30-40 persen dari kapasitas normal mereka musim dingin ini. Menurutnya pemesanan sekarang sekitar 20-30 persen dari level normal.

Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak pada Kamis (24/9) mengumumkan penggantian Skema Retensi Pekerjaan selama Covid-19, yang mendukung 8,9 juta pekerjaan sektor swasta pada puncaknya pada Mei. Langkah ini merupakan bagian dari serangkaian langkah-langkah dukungan terbaru bagi negara dalam menghadapi pandemi.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA