Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

Zimbabwe Selidiki Kematian Misterius 22 Gajah

Sabtu 05 Sep 2020 01:05 WIB

Red: Christiyaningsih

Otoritas Zimbabwe sedang menyelidiki kematian misterius 22 gajah di Hutan Pandamasue

Otoritas Zimbabwe sedang menyelidiki kematian misterius 22 gajah di Hutan Pandamasue

'Dari tes yang dilakukan sejauh ini kami mengesampingkan dugaan perburuan, keracunan sianida, dan antraks,' kata petugas Taman Nasional dan Satwa Liar Zimbabwe - Anadolu Agency

REPUBLIKA.CO.ID, HARARE - Otoritas Zimbabwe sedang menyelidiki kematian misterius 22 gajah di Hutan Pandamasue, yang terletak di antara Taman Nasional Hwange dan Air Terjun Victoria.

Kelompok pertama yang terdiri dari 11 gajah ditemukan mati Jumat lalu masih dengan gading mereka.

Sejumlah gajah lainnya ditemukan mati pada Minggu hingga Selasa, sehingga total gajah yang mati mencapai 22 ekor.

Baca Juga

“Kami telah mengambil sampel untuk diuji di laboratorium khusus di Air Terjun Victoria dan kami masih menunggu hasilnya. Dari tes yang dilakukan sejauh ini kami mengesampingkan dugaan perburuan, keracunan sianida, dan antraks,” kata Tinashe Farawo, juru bicara Otoritas Pengelolaan Taman Nasional dan Satwa Liar Zimbabwe, kepada Anadolu Agency.

Menurut Farawo, sebagian besar gajah yang mati masih tergolong muda dan lemah.

"Saya mengira mereka makan apa pun termasuk semak beracun. Ketika makanan semakin langka, gajah-gajah ini akhirnya memakan apa saja," ujar dia.

Petugas di taman dan satwa liar mengatakan bahwa pihak berwenang khawatir jika penyebab kematian diumumkan, nantinya para pemburu akan memanfaatkan kesempatan dan mulai membunuh gajah dalam jumlah besar.

Petugas juga memutuskan membakar bangkai gajah bersama gading mereka karena khawatir ada wabah infeksi.

sumber : https://www.aa.com.tr/id/dunia/zimbabwe-selidiki-kematian-misterius-22-gajah-/1962733
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA