Wednesday, 2 Ramadhan 1442 / 14 April 2021

Wednesday, 2 Ramadhan 1442 / 14 April 2021

Lebih dari 24 Jam, Warga Kota Malang tak Dapat Pasokan Air

Rabu 02 Sep 2020 13:45 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Andi Nur Aminah

Krisis Air: (ilustrasi)

Krisis Air: (ilustrasi)

Foto: Republika/ Yasin Habibi
Situasi ini memberikan dampak buruk terhadap aktivitas sehari-hari.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Sejumlah warga di Kota Malang harus terhambat pasokan airnya sejak Senin (31/8) malam. Situasi ini memberikan dampak buruk terhadap aktivitas sehari-hari.

Warga Arifin (30) mengungkapkan keluhannya atas masalah air yang dihadapi sejumlah masyarakat di wilayah Tebo Selatan, Sukun, Kota Malang. Situasi ini mulai terjadi pada Senin (31/8) malam di mana aliran air sudah nampak mengecil. Kemudian kondisi tersebut semakin buruk di hari berikutnya hingga Rabu (2/9) pukul 12.30 siang.

"Selasa pagi sempat ada sedikit, tapi itu tidak mencukupi kebutuhan. Terus makin lama makin tidak ada, sempat muncul sedikit di Rabu pagi tapi hilang lagi," jelasnya kepada Republika.co.id, Rabu (2/9).

Baca Juga

Arifin sebenarnya telah memiliki pasokan air di tandon tapi belum mencukupi kebutuhan keluarganya. Oleh sebab itu, dia mendorong PDAM Kota Malang segera memperbaiki masalah tersebut. Apalagi kondisi ini bukan pertama kali terjadi di wilayahnya terutama Tebo Selatan.

Sebelumnya, warga di Tebo Selatan pernah beberapa kali harus mengalami hal serupa. Aliran air mereka bermasalah dengan alasan beberapa faktor dari PDAM. Namun kondisi tersebut tidak pernah lebih dari 24 jam sehingga Arifin memakluminya.

Hal serupa juga diungkapkan warga Cempaka View, Tebo Selatan, Djoko Winahyu. Ia mengaku bingung cara memperoleh pasokan air mengingat keluarganya tengah mengadakan acara selamatan cucu. 

Situasi ini memaksa Djoko harus membeli air isi ulang untuk memenuhi kebutuhan dapur dan mandi. Bahkan, dia harus memakai jasa laundry agar dapat mencuci pakaian kotornya. Itu artinya, Djoko harus mengeluarkan uang kembali padahal dia selalu rutin membayar tagihan PDAM. "Ya jadi double pengeluarannya," jelasnya.

Djoko berharap masalah aliran air PDAM di Kota Malang dapat teratasi dengan baik. Bahkan, dia meminta pengelola supaya bisa mencegah masalah serupa di masa mendatang. Pasalnya, kasus aliran air ini sudah beberapa kali terjadi selama beberapa bulan terakhir.

Direktur Utama (Dirut) PDAM Kota Malang, M Nor Muhlas mengaku, aliran air di wilayah Tebo Selatan sempat terganggu. Gangguan pasokan ini akibat dari pemasangan genset di pompa Dieng. "(Tapi Sudah) Proses normalisasi mulai semalam," ucapnya.

Muhlas memastikan, tidak ada masalah pada pasokan air di Kota Malang terutama Tebo Selatan dan sekitarnya. Pasokan air di daerahnya masih cukup memenuhi kebutuhan warga. PDAM hanya perlu memperketat dengan memperkecil Non-Revenue Water (NRW) demi mengantisipasi menurunnya pasokan air. "Dan mengoptimalkan pompa serta water tank," ungkap dia.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA