Friday, 2 Syawwal 1442 / 14 May 2021

Friday, 2 Syawwal 1442 / 14 May 2021

BMKG: 85 Persen Wilayah Indonesia Masih Musim Kemarau

Selasa 01 Sep 2020 00:14 WIB

Red: Nidia Zuraya

Musim kemarau (ilustrasi).

Musim kemarau (ilustrasi).

Foto: Antara/Arief Priyono
BMKG mencatat bahwa puncak musim kemarau terjadi pada Agustus sebesar 64 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan 85 persen wilayah di Indonesia masih mengalami musim kemarau. Puncak musim kemarau tahun ini terjadi pada Agustus 2020.

"Secara umum, seperti pernah diprediksikan sebelumnya bahwa beberapa wilayah, atau sebagian besar wilayah Indonesia pada Agustus ini masih mengalami puncak musim kemarau," kata Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG Miming Saepudin dalam konferensi pers bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) secara virtual dari Jakarta, Senin (31/8).

Ia mengatakan bahwa berdasarkan pantauan hingga dasarian kedua atau sekitar 20 Agustus 2020, 85 persen wilayah Indonesia, dengan ukuran jumlah Zona Musim (ZOM), masih mengalami musim kemarau. Sedangkan 15 persen lainnya sudah mulai basah.

"Dalam artian dalam kategori lokalnyabisa dikatakan musim hujan. Tapi sebagian besar memang 85 persen masih mengalami musim kemarau," katanya.

Miming mengatakan 15 persen wilayah yang kondisinya sudah mulai basah antara lain adalah Sumatera, yaitu Sumatera Utara bagian selatan, sebagian Sumatera bagian barat dan Sumatera bagian tengah. Kemudian, untuk Pulau Jawa, ia mencatat wilayah basah di pulau tersebut masih cukup kecil, antara lain di sebagian kecil Jawa Tengah, bagian selatan Jawa Barat.

Sedangkan wilayah Sulawesi, yaitu di Sulawesi Barat, Sulawesi bagian utara, Maluku Utara, dan Maluku juga kondisinya masih cukup basah karena memiliki tipe lokal yang cukup basah sepanjang tahun. Lainnya, wilayah di Papua bagian tengah juga kondisinya tercatat masih cukup basah.

Adapun wilayah dengan persentase wilayah basah paling besar adalah Kalimantan, antara lain di Kalimantan Tengah (Kalteng), Kalimantan Utara (Kalut), dan bagian timur Kalimantan. Sedangkan wilayah lainnya di Indonesia tercatat masih mengalami kemarau.

Terkait dengan musim kemarau yang masih terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia, Miming mencatat bahwa puncak musim kemarau terjadi pada Agustus sebesar 64 persen, dengan beberapa wilayah juga masih akan mencatatkan puncak musim kemarau pada September, yaitu di wilayah Kalimantan.

"Mengingat bahwa sebagian besar wilayah Indonesia ini lebih dari 64 persen puncak musim kemaraunya Agustus, kemudian berikutnya akan menginjak September. Ini menunjukkan bahwa periode itu sudah akan beralih ke peralihan musim. Nah, ini yang harus kita waspadai, karena ada beberapa kondisi khusus yang di mana cuaca ekstrem itu relatif lebih sering terjadi di periode pancaroba," demikian kata Miming.



sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA