Jumat 14 Aug 2020 18:52 WIB

Inovasi OJK Ajukan KUR Lewat Ponsel

Sebagai pilot project terobosan ini diluncurkan di Bali yakni website www.kurbali,com

Rep: Novita Intan/ Red: Gita Amanda
Direktur Inovasi Keuangan Digital Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tris Yulianta (kiri) menyampaikan paparan dalam sosialisasi layanan sistem elektronik pencatatan inovasi keuangan digital di ruangan OJK
Foto: Antara/Aditya Pradana Putra
Direktur Inovasi Keuangan Digital Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tris Yulianta (kiri) menyampaikan paparan dalam sosialisasi layanan sistem elektronik pencatatan inovasi keuangan digital di ruangan OJK

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Jokowi menyampaikan platform teknologi harus digunakan untuk mendukung transformasi kemajuan bangsa, serta harus diarahkan untuk membangun nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan atau dengan kata lain membawa manfaat untuk masyarakat luas. Hal ini ternyata sudah dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan membuat terobosan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) secara digital.

Dikutip dari Instagram @OJKindonesia, Jumat (14/8), OJK membuat terobosan untuk mempermudah masyarakat memperoleh akses KUR dalam bentuk digital. Sebagai pilot project terobosan ini telah diluncurkan di Bali dalam bentuk website www.kurbali.com dan telah dinikmati manfaatnya oleh masyarakat Bali.

Baca Juga

Melalui website tersebut, masyarakat yang ingin mengetahui mengenai KUR dan mengajukan KUR dapat langsung mengakses melalui ponsel, tanpa perlu repot datang ke bank. Terobosan ini sangat membantu masyarakat, terlebih di situasi pandemi Covid-19 saat ini.

Masyarakat dapat langsung memperoleh informasi dan mengajukan KUR dari rumahnya. Bahkan melalui website ini, masyarakat juga dapat memantau status pengajuannya, apakah dalam proses, disetujui, atau ditolak. Kurbali.com juga memiliki fitur simulasi, sehingga orang yang ingin meminjam KUR dapat mengetahui besar angsuran per bulan yang harus dibayar.

Pembuatan inovasi ini sebagai salah satu solusi OJK atas kendala yang dihadapi masyarakat dalam mengakses KUR, seperti belum pernah menggunakan produk bank sebelumnya, lokasi bank yang jauh dari tempat tinggal, hingga tidak tahu kemana mencari informasi tentang KUR.

Oleh sebab itu, OJK bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Bali mengembangkan www.kurbaili.com dengan mengusung tema Website KUR untuk Semeton Bali guna memudahkan masyarakat di Bali memperoleh informasi dan mengajukan KUR di bank secara online dalam satu kanal website.

Dari sisi lain, website ini juga memudahkan Pemerintah Provinsi Bali dan pemerintah daerah kabupaten/kota dalam mensosialisasikan KUR di masyarakat

Sejak awal www.kurbali.com diperkenalkan pada 21 Agustus 2019 di Pameran pembangunan Provinsi Bali hingga 14 Agustus 2020, website tersebut telah diakses lebih dari 50.773 kali, dengan jumlah pengajuan KUR sebanyak 1.403 pengajuan.

photo
Inovasi OJK Ajukan KUR Lewat Ponsel - (OJK)

Tercatat 60 pengajuan dengan nominal mencapai Rp 3,137 miliar telah disetujui dan sebanyak 747 pengajuan sedang dalam proses analisa. Pada 2020 sendiri target penyaluran KUR di provinsi Bali sebesar Rp 6,647 miliar dan hingga Juli 2020 telah tercapai 47,45 persen atau senilai Rp 3,153 miliar. Kurbali.com juga dilengkapi dengan fitur yang lengkap dan sesuai kebutuhan masyarakat, seperti syarat KUR, simulasi kredit, pengajuan KUR, hingga cek status pengajuan dan pengaduan.

Terdapat 15 Bank Penyalur KUR yang memiliki kantor cabang di Bali yang bisa dipilih melalui kurbali.com ini yaitu BPD Bali, BRI, BRI Syariah, BNI, Mandiri, BTN, Bank Artha Graha, Bank BJB, Bank BTPN, Bank Permata, BCA, Bank Bukopin, Maybank, OCBC NISP, dan Bank Sinar Mas. Dengan keberadaan website www.kurbali.com yang hanya ada di Bali dan yang pertama di Indonesia ini, diharapkan akan semakin banyak masyarakat Bali khususnya yang dapat mengakses dan mendapatkan KUR untuk pembiayaan usaha produktifnya.

Ke depan terobosan ini diharapkan juga dapat diterapkan di daerah-daerah lainnya sehingga akan semakin banyak masyarakat yang memperoleh KUR, UMKM semakin tumbuh dan mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja, sehingga mendorong perekonomian Indonesia.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement