Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Lamongan Termasuk Kota Penelitian Uji Klinis Obat Covid-19.

Kamis 09 Jul 2020 23:36 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Lamongan jadi kota penelitian uji klinis Covid-19 selain Surabaya dan Kediri. Uji coba vaksin covid-19. Ilustrasi

Lamongan jadi kota penelitian uji klinis Covid-19 selain Surabaya dan Kediri. Uji coba vaksin covid-19. Ilustrasi

Foto: Umarul Faruq/ANTARA FOTO
Lamongan jadi kota penelitian uji klinis Covid-19 selain Surabaya dan Kediri.

REPUBLIKA.CO.ID, LAMONGAN— Kabupaten Lamongan, Jawa Timur dijadikan sebagai salah satu tempat penelitian uji klinis obat Covid-19 yang sebelumnya ditemukan Universitas Airlangga (Unair) bekerja sama Badan Inteligen Nasional (BIN) serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Ketua Pusat Penelitian dan Pengembangan Stem Cell Unair, Dr Purwati, di Lamongan, Kamis (9/7) mengatakan, selain Lamongan, hal yang sama dilakukan di RS di Kediri, Pemkot Surabaya, dan RSPAD.

Ia menjelaskan, di masa pandemi beberapa tim telah melakukan pintasan untuk mencari dan meneliti obat yang ada, sebab kalau membuat obat baru memerlukan proses yang panjang.

Baca Juga

"Oleh karena itu, kami meneliti obat yang sudah beredar dan sebelumnya belum diketahui efek antivirusnya melalui serangkaian uji laboratorium. Dan kami menggunakan sampel virus Covid-19 yang menjangkit di Indonesia, dan 14 regimen obat (6 senyawa tunggal dan 8 kombinasi)," katanya.

Ia mengatakan, uji pertama yakni uji toksisitas apakah obat yang akan dipakai itu toksis atau tidak untuk sel tubuh.

Kedua yakni meneliti potensi obat yang digunakan tersebut seberapa besar daya bunuhnya terhadap virus, dan yang ketiga meneliti efektivitas obat seberapa besar dan berapa lama berefek terhadap penghambatan dan penurunan jumlah virus.

"Dari 14 regimen obat tersebut ditemukan 5 kombinasi regimen obat yang mempunyai potensi dan efektivitas yang cukup bagus untuk menghambat virus masuk ke dalam sel dan membantu menurunkan perkembangbiakannnya di dalam sel. Hasilnya dapat diikuti bertahap dari 24 jam, 48 jam dan 72 jam jumlah virus berkurang hingga tidak terdeteksi," katanya.

Oleh karena itu, Purwati bersama tim telah membawa 100 obat untuk di uji di Kabupaten Lamongan yang nantinya berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan.

Bupati Lamongan, Fadeli menyambut baik hal tersebut dan berharap bisa segera memberi kabar baik yang selama ini ditunggu masyarakat.

"Terima kasih atas upaya yang telah dilakukan oleh UNAIR, BIN, BPOM dan Kementrian Kesehatan di Lamongan. Karena, sudah diketahui bahwa Covid-19 ini masih belum ada obatnya. Semakin hari jumlah pasien masih bertambah. Semoga dengan adanya uji klinis ini segera ditetapkan obatnya dan dapat diproduksi masal sehingga memutus mata rantai penularan Covid-19 di Indonesia," katanya.

 

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA