Thursday, 19 Zulhijjah 1442 / 29 July 2021

Thursday, 19 Zulhijjah 1442 / 29 July 2021

Azyumardi Desak Mendikbud Lebih Serius Garap Pendidikan

Rabu 01 Jul 2020 16:39 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Cendekiawan muslim Azyumardi Azra 

Cendekiawan muslim Azyumardi Azra 

Foto: Republika/Fauziah Mursid
Kondisi pendidikan terutama di masa pandemi terlihat tak diurusi serius.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Wantim Majelis Ulama Indonesia Azyumardi Azra mendesak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim lebih serius menyelesaikan berbagai persoalan pendidikan di masa Covid-19. "Soal kinerja di Kemdikbud sampai sekarang belum ada tanda-tanda perbaikan. Kondisi pendidikan di masa pandemi ini kita lihat Nadiem tidak mau mengurusi pendidikan secara serius," kata Azyu kepada wartawan di Jakarta, Rabu (1/7).

Mantan Rektor Universitas Islam Negeri Jakarta itu mengatakan tolok ukur penilaiannya itu merujuk salah satunya tidak ada stimulus bagi pendidikan sejak dari tingkat dasar sampai menengah saat pandemi. Padahal saat ini, kata dia, dunia pendidikan sedang mengalami krisis akibat Covid-19.

Baca Juga

Sementara itu, Mendikbud terlihat belum fokus menggarap persoalan-persoalan pendidikan. Nadiem saat ini bahkan terlalu sering di Singapura daripada di Jakarta. Azra mengatakan saat ini tidak ada dana untuk stimulus pendidikan dari menengah sampai pendidikan tinggi.

"Jadi tidak ada harapan pendidikan kita ini bisa bangkit. Untuk tingkat pendidikan dasar sampai menengah tidak ada bantuan itu, hanya Bantuan Operasional Sekolah (BOS). BOS ini hanya ditambah judul-judul baru saja. Kemudian pembelajaran jarak jauh (PJJ) tidak terlalu berhasil," kata dia.

Untuk tingkat pendidikan tinggi, menurut dia, tidak ada dana afirmasi untuk pendidikan tinggi sehingga sulit berkembang. "Banyak mahasiswa yang terpapar saat ini. Ketika mahasiswa menuntut Uang Kuliah Tunggal (UKT) diturunkan, pemerintah menolak. Ujung-ujungnya terserah sama rektor," kata dia.

"Bayangkan perguruan tinggi kita keadaannya begini mau masuk perguruan tinggi besar dunia. Riset penelitian dipotong, pengabdian masyarakat dipotong. Saya sedih melihat masa pendidikan kita, terutama masa pandemi ini," katanya.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA