Tuesday, 16 Rajab 1444 / 07 February 2023

PD Pasar Jaya: Penutupan Pasar Wewenang Gubernur Anies

Selasa 09 Jun 2020 19:24 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Pedagang jamu keliling Tidar (46) menggunakan masker dan pelindung wajah melayani pembeli di kawasan Pasar Baru, Jakarta, Selasa (9/6). Tidar menerapkan protokol kesehatan saat mencari nafkah jelang pemberlakuan protokol tatanan normal baru di Jakarta

Pedagang jamu keliling Tidar (46) menggunakan masker dan pelindung wajah melayani pembeli di kawasan Pasar Baru, Jakarta, Selasa (9/6). Tidar menerapkan protokol kesehatan saat mencari nafkah jelang pemberlakuan protokol tatanan normal baru di Jakarta

Foto: Republika/Putra M. Akbar
PD Pasar Jaya mengimbau jika sakit tak perlu berkunjung ke pasar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Teknik PD Pasar Jaya Dono Pratomo mengatakan Pasar Jaya tidak dapat melakukan penutupan pasar BUMD meski ditemukan ada kasus Covid-19. Pasalnya hal itu kewenangan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Kita tidak dalam posisi untuk tiba-tiba menutup, kita tidak ada. Secara kendali semua berada di bawah Pak Gubernur," kata Dono saat ditemui saat kegiatan mendisinfeksiBlok III dan VI Pasar Senen, JakartaPusat, Selasa.

Baca Juga

Kalau pihak PD diperintahkan oleh Gubernur untuk membuka secara normal, maka akan dibuka secara normal. "Tapi kalau secara bertahap, kita (buka) secara bertahap," katanya.

Jika ditemukan pedagang dengan kasus positif Covid-19, PD Pasar Jaya belum akan melakukan penutupan, namun tetap menjalankan protokol kesehatan dengan proses disinfeksi. "Pada prinsipnya kita akan terus melakukan penyemprotan disinfektan untuk menjaga kesehatan bersama. Kepada yang diduga terjangkit Covid-19 kita melakukan penanganan yang terpisah secara protokol kesehatan," katanya.

Pihaknya mengimbau kepada seluruh pengunjung atau pedagang jika ada tanda tanda gejala gejala sakit untuk tidak datang ke pasar. Dono meminta kepada pedagang yang diketahui positif Covid-19 usai menjalani pemeriksaan dari tenaga medis di masing-masing wilayah agar tidak dateng dahulu ke pasar untuk berdagang.

"Kalau jika memang sudah positif tentu harus diisolasi sehingga, mohon maaf, mereka tidak bisa lagi datang ke pasar. Tentu yang paling penting aspek kemanusiaan dikedepankan," kata Dono.

Di beberapa wilayah seperti di Jakarta Timur dan Jakarta Pusat pemeriksaan tes cepat maupun pemeriksaan usab(swab test) gencar dilakukan di pasar karena ditemukan pedagang positif Covid-19.

Di Pasar Klender Jakarta Timur ditemukan 20 pedagang positif COVID-19 namun pasar itu tetap beroperasi secara normal meski telah diminta tutup sementara oleh Pemkot Jakarta Timur.

Bahkan Wali Kota Jakarta Timur M Anwar makan mengambilalih pengelolaan Pasar Klender jika memang diperlukan untuk menangani Covid-19. "Kalau sangat terpaksa kita lapor Pak Gubernur Anies, biar camat, lurah atau wali kota jadi kepala pasar," kata Wali Kota Jakarta Timur M Anwar di Jakarta, Selasa.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA