Sunday, 22 Zulhijjah 1442 / 01 August 2021

Sunday, 22 Zulhijjah 1442 / 01 August 2021

Melly Goeslaw: Seniman Tradisional adalah Identitas Negara

Ahad 24 May 2020 09:35 WIB

Rep: Farah Noersativa/ Red: Nora Azizah

Bagi Melly Goeslaw, sudah sepantasnya memperhatikan nasib seniman tradisonal (Foto: Melly Goeslaw)

Bagi Melly Goeslaw, sudah sepantasnya memperhatikan nasib seniman tradisonal (Foto: Melly Goeslaw)

Foto: Antara/Budi Candra Setya
Bagi Melly Goeslaw, sudah sepantasnya memperhatikan nasib seniman tradisonal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Masa pandemi memberikan dampak yang sangat besar kepada para seniman di Indonesia, terutama seniman tradisional. Padahal, menurut komposer lagu yang juga penyanyi Melly Goeslaw, seniman tradisional merupakan signature atau identitas dan ciri khas dari sebuah negara.

"Mungkin kemarin-kemarin banyak orang yang nggak terlalu melihat mereka (seniman tradisional Indonesia). Padahal menurut aku mereka adalah signature sebuah negara. Yaitu mereka, seniman tradisional," ungkap Melly dalam konferensi pers OVO KolaborArtsy x Jakarta City Philharmonic Berbagi dalam Keterbatasan, belum lama ini.

Oleh karena itu, menurutnya, sudah sepantasnya banyak orang memperhatikan nasib para seniman tradisional di Indonesia yang terimbas pandemi COVID-19. Karena pandemi ini, banyak pertunjukan dan penampilan mereka harus ditunda dan dibatalkan sehingga mereka tak memiliki penghasilan lagi.

Seniman tradisional, kata Melly, memiliki karakter yang cukup berbeda dengan seniman-seniman pop tanah air. "Karena seniman tradisional itu tidak seperti seniman pop. Mereka gaya hidupnya lebih organik daripada kita-kita yang pop," kata dia.

Melly pun menjabarkan, setidaknya ada dua hal yang dibutuhkan seniman di masa pandemi ini. Kebutuhan pertama adalah sudah pasti biaga hidup.

Seniman-seniman tradisional memiliki tempat untuk tampil yang biasanya tak menggunakan tiket yang mahal. Mereka secara langsung melibatkan masyarakat untuk mendapatkan pemasukan. Artinya, di masa sekarang mereka benar-benar tidak ada pemasukan.

"Mereka itu hidupnya lebih organik. Tidak seperti musisi-musisi atau seniman-seniman pop yang mungkin ada bisnis lain. Kalau mereka pasti pure seni aja," kata Melly.

Penyanyi tembang "Jika" itu menjabarkan kebutuhan seniman tradisional yang kedua. Yaitu seniman juga butuh asupan untuk jiwa mereka, mengingat secara hakiki, pekerja seni memang bekerja berkesenian.

Melly mengatakan, ketika mereka berhasil mendapatkan materi, mereka lalu tidak lantas langsung kenyang. Sebab  mereka membutuhkan untuk tampil karena mereka mereka haus untuk berkarya dan haus untuk tampil.

"Semoga selain dari dana, juga dipikirkan bagaimana caranya mereka bisa tampil dengan sistem yang sekarang sedang berlangsung yaitu daring," kata dia.

Dalam kesempatan itu, dia bersyukur dan berterima kasih kepada orang-orang yang peduli dan memperhatikan seniman tradisional di tengah pandemi. Terutama yang telah mengupayakan untuk membantu meringankan beban mereka.

"Mudah-mudahan ini terus berlangsung reguler atau lebih banyak lagi, karena memang banyak yang dibantu," jelas Melly.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA