Sejarah Perang Badar

Rep: Muhyiddin/ Red: Muhammad Hafil

 Rabu 13 May 2020 06:58 WIB

Sejarah Perang Badar. Foto: Lokasi Perang Badar (ilustrasi) Foto: wikipedia Sejarah Perang Badar. Foto: Lokasi Perang Badar (ilustrasi)

Perang Badar dicatat dalam sejarah sebagai salah satu peristiwa penting umat Islam.

REPUBLIKA.CO.ID, MADINAH -- Salah satu peristiwa besar dalam sejarah awal umat Islam di Bulan Ramadhan adalah Perang Badar. Perang Badar terjadi pada 17 Ramadhan 2 H/624 M. Inilah peperangan pertama yang dilakukan kaum Muslim melawan kaum kafir Quraisy dari Makkah setelah hijrah ke Madinah. Di tengah puasa, sekitar 308 prajurit Muslimin berangkat ke medan perang.

Badar Nama suatu tempat yang terletak antara Makkah dengan Madinah yang terdapat mata air. Tempat ini menjadi pemberhentian sekaligus perlintasan kendaraan, baik yang menuju Makkah atau Jeddah, maupun yang kembali ke Madinah.

Jaraknya sekitar 148 kilometer (km) dari Madinah. Jika melakukan perjalanan ke sana dari Jar di pantai Laut Merah, menghabiskan waktu satu malam. Di lokasi inilah terjadi perang Badar.

Mereka hendak berhadapan dengan seribuan pasukan Quraisy yang berangkat dari Makkah. Pada Jumat pagi, 17 Ramadhan tahun kedua Hijriyah atau bertepatan dengan 13 Maret 624 M, mereka berhadap-hadapan. Pasukan yang begitu besar tampak siap menerjang kaum Muslimin.

Baca Juga

Ada beberapa penyebab terjadinya Perang Badar. Pertama, pengusiran umat Islam dari Kota Makkah. Kaum muslimin selalu mendapatkan teror dan pengusiran oleh kaum musyrikin. Tak jarang, umat Islam ditindas dan dizalimi. Bahkan rumah dan harta benda mereka dirampas.

Kedua, penindasan terhadap umat Islam. Walaupun sudah hijrah ke Madinah, kaum kafir
Quraisy masih suka mengganggu dan menindas umat Islam. Kaum Muslim yang berdagang dizalimi dan disiksa. Barang dagangannya dirampas.

Ketiga, memberi pelajaran kepada kaum Quraisy. Sebagai balasan atas kekejaman dan kezaliman yang dilakukan kaum kafir Quraisy, maka Rasul mempersiapkan umat Islam untuk memberi pelajaran kepada kafilah dagang Quraisy.

Dalam kekhawatiran, Nabi pun berdoa. "Allahumma ya Allah. Ini Quraisy sekarang datang dengan segala kecongkakannya, berusaha hendak mendustakan Rasul-Mu. Ya Allah, pertolongan-Mu juga yang Kau janjikan kepadaku. Ya Allah, jika pasukan ini sekarang binasa, tidak ada lagi ibadah kepada-Mu."

Sejarah akhirnya mencatat, pasukan kecil Muslimin itu berhasil memenangkan pertempuran tersebut. Perang pertama ini pun menjadi bukti kasih sayang Allah SWT kepada Nabi. "Sebenarnya, bukan kamu yang membunuh mereka, melainkan Allah juga yang telah membunuh mereka. Juga ketika kau lemparkan, sebenarnya bukan engkau yang melakukan itu, melainkan Tuhan juga." (QS al-Anfal: 17).

sumber : Pusat Data Republika
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X