Monday, 16 Zulhijjah 1442 / 26 July 2021

Monday, 16 Zulhijjah 1442 / 26 July 2021

45 Migran Afghanistan Meninggal di Perbatasan Iran

Jumat 08 May 2020 11:00 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Christiyaningsih

Migran Afghanistan ditemukan meninggal setelah berusaha menyeberang ke Iran. Ilustrasi.

Migran Afghanistan ditemukan meninggal setelah berusaha menyeberang ke Iran. Ilustrasi.

Foto: AP/Rahmat Gul
Migran Afghanistan ditemukan meninggal setelah berusaha menyeberang ke Iran

REPUBLIKA.CO.ID, KABUL -- Sebanyak 45 migran Afghanistan ditemukan meninggal setelah berusaha menyeberang ke Iran. Insiden ini telah memicu krisis diplomatik antara kedua negara terutama dalam hubungan perdagangan, ekonomi, dan budaya.

Pihak berwenang Afghanistan mengatakan, pada Kamis (7/5) mereka menemukan 12 jenazah dalam dua hari terakhir di Sungai Harirud. Sungai tersebut berada di bagian utara perbatasan Afghanistan dan Iran. Para penyintas Afghanistan mengatakan insiden pengusiran dan penyiksaan itu terjadi pada 1 Mei.

Seorang anggota parlemen dari provinsi Herat barat, Habiburrahman Pidram, mengatakan sebanyak 57 migran yang mencoba memasuki Iran dari Herat. Namun mereka ditahan oleh penjaga perbatasan Iran.

"Para migran ini ditahan oleh pasukan Iran dan, setelah 24 jam, para pekerja Afghanistan dibawa ke tepi sungai, dipukuli, dan diperintahkan untuk melompat di sungai untuk kembali ke Afghanistan," ujar Pidram.

Pidram menjelaskan beberapa migran nekat melompat ke dalam sungai, sementara yang lain dipukuli dan diancam akan ditembak sebelum akhirnya didorong masuk ke sungai. Dia menambahkan, seorang gembala menemukan lima jenazah migran Afghanistan yang hanyut di wilayah hilir di Turkmenistan.

"Dari 57 migran yang dipaksa masuk ke sungai oleh pasukan keamanan Iran, hanya 12 orang yang berhasil selamat. Berarti 45 lainnya dipastikan meninggal," ujar Pidram.

Gubernur Distrik Gulat Herat, Abdul Ghani Noori, mengatakan sejauh ini pihaknya telah menemukan 17 jenazah. Berdasarkan penyelidikan awal, para migran telah dipaksa masuk ke sungai dan ditodong dengan senjata di wilayah Iran.

Pada 2 Mei, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Abbas Mousavi mengatakan insiden tersebut terjadi di wilayah Afghanistan. "Penjaga perbatasan Republik Islam Iran menyangkal terjadinya peristiwa yang terkait dengan ini di tanah negara kita," katanya.

Sekitar 2,5 juta migran Afghanistan yang legal maupun ilegal berada di Iran untuk menemukan pekerjaan. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan pandemi virus corona telah menyebabkan lebih dari 150 ribu warga Afghanistan dipulangkan dari Iran, bahkan beberapa dideportasi.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA