Sunday, 22 Zulhijjah 1442 / 01 August 2021

Sunday, 22 Zulhijjah 1442 / 01 August 2021

Teater Broadway Akan Dibuka Kembali dengan Suasana Berbeda

Rabu 06 May 2020 11:40 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Nora Azizah

Setelah ditutup akibat pandemik Covid-19, Teater Broadway akhirnya dibuka (Foto: ilustrasi pertunjukan broadway)

Setelah ditutup akibat pandemik Covid-19, Teater Broadway akhirnya dibuka (Foto: ilustrasi pertunjukan broadway)

Foto: VOA
Setelah ditutup akibat pandemik Covid-19, Teater Broadway akhirnya dibuka.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Teater Broadway di New York, Amerika Serikat (AS) akhirnya dibuka kembali, setelah penutupan dilakukan untuk mengendalikan penyebaran virus corona jenis baru (COVID-19). Banyak penggemar yang mungkin telah menantikan hal ini, namun mereka datang dengan kondisi berbeda, tak seperti saat wabah belum melanda dunia.

“Saya akan memakai masker dan sarung tangan. Saya pikir kita tidak bisa melupakan apa yang terjadi dalam waktu lama,” ujar Emily Hampshire, yang merupakan penggemar pertunjukan, sekaligus seorang aktris, melansir AP, Rabu (6/5).

Bagaimana prosedur yang diberlakukan Broadway saat dibuka kembali masih belum jelas. Banyak pertanyaan seperti apakah ada kursi yang dikosongkan untuk mengatur jarak antar penonton, apakah akan ada pemeriksaan atau cek suhu sebelum memasuki area teater, wajibkah penggunaan masker, hingga adakah kembali layanan restoran di sana?

“Kami harus benar-benar berhati-hati tentang bagaimana untuk memulai kembali,” ujar Mary McColl, direktur eksekutif dari Actors’ Equity Association.

Menurut McColl, jika salah mengambil langkah, maka akan ada dampak buruk yang membuat banyak orang terdampak. Ini justru akan semakin memperparah krisis, dengan banyak industri yang tidak dapat kembali broperasi.

Broadway ditutup pada 12 Maret lalu, menghentikan semua pertunjukan dan menunda acara Tony Award tanpa batas waktu. Tuntutan keuangan dari teater itu juga tidak mendukung ide untuk membatasi kursi para penonton, karena biaya operasional rata-rata sebuah pertunjukan adalah sekitar 300.000 dolar AS per minggu dan 590.000 dolar AS untuk drama musikal.

photo
Ilustrasi penonton di teater broadway - (dok.Istimewa)
Banyak orang mengatakan diskon perlu diberikan untuk tiket pertunjukan guna menarik penonton ketika Broadway dibuka kembali. Ini mengartikan bahwa teater harus penuh.

"Saya tidak dapat membayangkan teater Broadway berfungsi dengan kapasitas kurang dari kecuali jika semua biaya dikurangi," jelas produser Robyn Goodman.

Pertunjukam dinilai harus menawarkan harga jual yang menarik. Broadway juga harus lebih bergantung pada penduduk New York, karena pariwisata menyumbang 65 persen dari penjualan selama musim 2018-2019 dan jumlah pengunjung kota kemungkinan akan menurun.

Broadway dapat belajar beberapa tips dari perusahaan teater lainnya, The Wooster Group. Jika otoritas kota menuntut pemberlakukan jarak sosial, maka pilihan yang dapat diambil adalah dengan meningkatkan jumlah pertunjukan harian.

"Kami kecil dan fleksibel. Saya merasakan seniman teater yang bergantung pada produksi komersial. Semakin besar mesin, semakin sulit untuk diciptakan kembali,”  ujar direktur asosiasi, Kate Valk.

Sementara itu, Barrington Stage Company di Massachusetts menawarkan model lain. Perusahaan ini mengurangi teater utama 520 kursi menjadi sepertiga, meningkatkan jarak antara baris dan kursi dan membersihkan teater secara menyeluruh setelah setiap pertunjukan.

Penonton juga akan diminta untuk memakai masker. Pintu masuk dan keluar tambahan juga akan dibuat dan tidak akan ada jeda untuk pertunjukan.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA