Saturday, 3 Syawwal 1442 / 15 May 2021

Saturday, 3 Syawwal 1442 / 15 May 2021

Pemkot Yogyakarta: Ada Penularan Lokal Covid-19 di DIY

Rabu 06 May 2020 07:03 WIB

Rep: Silvy Dian Setiawan / Red: Nur Aini

Suasana sepi di Keraton Yogyakarta, Senin (27/4/2020) akibat pandemi Covid-19

Suasana sepi di Keraton Yogyakarta, Senin (27/4/2020) akibat pandemi Covid-19

Foto: ANTARA/Andreas Fitri Atmoko
Berbagai klaster penularan Covid-19 telah menyebar antar-orang di Yogyakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menyebut sudah ada transmisi lokal penyebaran Covid-19 di Kota Pendidikan tersebut. Hal itu dikarenakan adanya perkembangan penyebaran atau penularan Covid-19 yang terjadi dari generasi kedua ke generasi selanjutnya.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan, adanya transmisi lokal itu berasal dari salah satu klaster besar penularan Covid-19 di DIY. Klaster tersebut yaitu pertemuan Sidone GBIP di Bogor, Jawa Barat, di mana Covid-19 dibawa oleh tiga jemaat gereja Kota Yogyakarta yang pulang dari pertemuan tersebut.

"Kota Yogyakarta sudah mulai ada transmisi lokal yang melibatkan masyarakat. Sebab dari generasi pertama sudah sembuh, kemudian berkembang di generasi kedua, ada 11 (kasus)," kata Heroe, Selasa (6/5).

Baca Juga

Dari klaster tersebut, enam orang sudah dinyatakan positif Covid-19 pada 5 Mei 2020. Heroe menjelaskan, awalnya ada 11 orang yang dinyatakan reaktif dari rapid test.

Setelah itu, 11 orang tersebut menjalani tes swab dengan hasil enam orang dinyatakan positif dan dua orang negatif. Sementara, tiga orang lainnya saat ini masih dalam menunggu proses laboratorium.

"Sehingga, tiga orang ini statusnya masih PDP (Pasien Dalam Pengawasan)," ujarnya.

Walaupun begitu, transmisi lokal sudah terjadi di seluruh kabupaten dan kota di DIY sejak April 2020 lalu. Hal itu diungkapkan oleh anggota Tim Perencanaan Data dan Analisis Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY, Riris Andono Ahmad 22 April 2020 lalu.

Menurut Riris waktu itu, transmisi lokal ini ditandai dengan adanya penularan dari generasi pertama ke generasi kedua. "Penularan kasus dari generasi pertama (G1) ke generasi kedua (G2), merupakan bukti telah terjadinya penularan lokal di wilayah DIY. Penularan G1 ke G2 telah terjadi di kelima kabupaten/kota di DIY," ujarnya.

Bahkan, saat ini penularan Covid-19 di DIY terus meluas. Selain klaster pertemuan Sidone GBIP ini, ada dua klaster lainnya di DIY yakni di Kabupaten Sleman dan Kabupaten Gunungkidul.

Klaster penularan Covid-19 di dua kabupaten tersebut berasal dari kegiatan tabligh yang digelar di DKI Jakarta. Ada dua jamaah yang mengikuti tabligh tersebut yang pulang ke DIY dan menularkan Covid-19.

Di Sleman, penularan dari klaster kegiatan tabligh tersebut telah mencapai generasi ketiga. Bahkan, di Gunungkidul, penularannya sudah sampai ke generasi kelima.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA