Manfaat Konsumsi Beras Merah Saat Sahur

Rep: Muhyiddin/ Red: Nora Azizah

 Selasa 28 Apr 2020 05:41 WIB

Beras merah disebut memiliki efek kenyang lebih lama (Foto: ilustrasi beras merah) Foto: Pxfuel Beras merah disebut memiliki efek kenyang lebih lama (Foto: ilustrasi beras merah)

Beras merah disebut memiliki efek kenyang lebih lama.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pakar gizi dari Rumah Sakit Haji Pondok Gede, dr Endang Widyastuti, menyarankan kepada umat Islam yang akan berpuasa di Bulan Ramadhan untuk mengkonsumsi beras merah, khususnya di waktu sahur. Menurutnya, beras merah merupakan saah satu makanan yang bisa membuat lama kenyang.

Dia menjelaskan, pada intinya setiap makanan yang dikonsumsi pada saat sahur bertujuan untuk mencukupi kebutuhan energi sepanjang hari. Orang yang akan berpuasa harus mencari makanan yang membuat lama kenyang dan memiliki nutrisi yang lengkap.

“Kita cari makan yang lama kenyangnya apa, berarti kita cari karbohidrat yang kompleks kayak beras merah, terus sayurnya agak dibanyakin. Dan jangan lupa tambahin proteinnya juga, boleh ikan, boleh daging dan lain-lain,” ujar dr Endang saat dihubungi republika.co.id belum lama ini.

Baca Juga

Menurut dia, orang yang akan berpuasa di bulan Ramadhan sebaiknya mengkonsumsi makanan secara seimbang atau mencukupi kebutuhan nutrisinya, seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral.

“Intinya kita harus makan makanan seimbang, harus mencukupi kebutuhan makro nutrition, seperti karbohidrat, protein, lemaknya tercukupi, vitamin dan mineral tercukupi. Jadi itu harus tercukupi,” ucapnya.

Dia menambahkan, saat makan sahur bukan berarti tidak boleh mengkonsumsi beras putih. Hanya saja, kata dia, beras merah lebih baik untuk dikonsumsi orang yang akan menjalani ibadah puasa. 

“Bukan berarti beras putih tidak boleh, tapi beras merah lebih baik. Kemudian, kita tambahin dengan minum susu,” kata dr Endang.

Saat ini umat Islam tengah menjalani ibadah puasa Ramadhan 1441 Hijriah. Namun, Ramadhan di tengah wabah Covid-19 kali ini berbeda dengan sebelumnya, sehingga umat Islam harus tetap menjaga daya tahan tubuhnya. Namun, menurut dr Endang, sebenarnya dalam keadaan tidak berpuasa pun masyarakat harus tetap menjaga daya tahan tubuhnya di tengah virus Covid-19. 

“Tidak ada bedanya sebenarnya antara puasa dan tidak puasa, tapi di tengah wabah Corona ini dibutuhkan nutrisi maksimal,” jelasnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X