Ahad 19 Apr 2020 15:53 WIB

Alasan Mengapa Kita Dianjurkan Minta Perlindungan Allah SWT 

Meminta perlindungan kepada Allah SWT bentuk penghambaan.

Meminta perlindungan kepada Allah SWT bentuk penghambaan.  Ilustrasi berdoa
Foto: Dok Istimewa
Meminta perlindungan kepada Allah SWT bentuk penghambaan. Ilustrasi berdoa

REPUBLIKA.CO.ID, Hakikat permintaan perlindungan (isti'adzah) hanya akan diperoleh seseorang yang mengetahui dirinya dan Tuhannya. Seseorang yang tidak memiliki pengetahuan akan kebesaran Tuhannya dan kelemahan dirinya sebagai manusia, maka dia tidak pantas untuk memohon perlindungan Allah SWT. Hal itu karena manusia itu dinilai berdasarkan salah satu dari dua hal yang ada pada dirinya, yaitu ilmu atau perbuatannya.

Orang yang tidak memiliki pengetahuan akan kebesaran Tuhannya dan kelemahan dirinya sebagai manusia, tidak mungkin mampu melakukan sesuatu yang menunjukkan ketundukannya pada Tu han nya. Iniartinya orang tersebut tidak berilmu dan tidak beramal karena tanpa ilmu tentu amal akan kehilangan makna.

Baca Juga

Mengapa manusia perlu memohon perlindungan Allah dari kesalahan, godaan setan, dan sebagainya? Hal itu karena manusia tidak bisa hanya berpegang pada fitrah kemanusiaannya atau kepada hukum alam semata.

Manusia butuh perlindungan dari Tuhannya dari hal-hal yang tidak diinginkannya. Betapa banyak ulama dan cendekiawan yang tidak mampu memecahkan persoalannya sepanjang hi dup mereka menjadi contoh dalam hal ini.  

Persoalan yang mereka anggap benar, ternyata suatu saat ke mu dian terbukti keliru. Hal-hal seperti inilah yang menyebabkan terpecah- pecahnya umat karena masing-masing merasa paling benar berdasarkan keyakinannya, yang lain sesat.

Padahal, kebenaran bukan pada pikiran masing-masing orang. Kebenaran hakiki hanya ada pada Allah SWT. Karena itu, manusia butuh memohon perlindungan kepada Allah Yang Mahabijak, Pencipta manusia dan jin. 

Setiap orang dalam setiap keadaan dan kedudukan, menghadapi setannya sendiri, sesuai dengan keadaannya. Semakin tinggi kedudukan seseorang, semakin kuat pula godaannya. Itulah makna isti' adzah yang selalu diperingatkan Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW. 

Dalam Tafsir Al-Syairazy disebutkan bahwa dalam diri kita sesungguhnya laksana memiliki neraka jahanam yang memiliki 19 pintu yang terdiri dari lima pancaindera lahir, lima panca indra batin, dua kekuatan syahwat dan amarah, serta tujuh kekuatan alami.

Meskipun 19 pintu itu sama pada setiap orang, pengaruhnya berbeda. Banyak hal yang dapat memengaruhi fungsi 19 pintu tersebut yang kemudian juga memengaruhi kondisi hati seseorang. 

Bahkan tak jarang fungsi 19 pintu tersebut membelokkan hati manusia dari alam ruhani ke alam jasmani belaka. Jika demikian, untuk menyelamatkan hati agar selalu bersih dan terhindar dari kegelapan, tidak ada jalan lain selain memohon perlindungan dan pertolongan Allah SWT. 

 

 

 

sumber : Harian Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement