Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

BI Optimistis Rupiah Bisa Menguat ke Level Rp 15 Ribu

Kamis 02 Apr 2020 12:53 WIB

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Friska Yolandha

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo

Foto: Dok. Bank Indonesia
BI terus melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah agar bergerak stabil.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Indonesia (BI) optimis nilai tukar rupiah akan menguat ke level Rp 15 ribu per dolar AS pada akhir tahun 2020. Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan rupiah tidak hanya akan bergerak stabil tapi akan cenderung menguat.

"Kami punya keyakinan nilai tukar tidak hanya bergerak stabil tapi cenderung menguat hingga Rp 15 ribu per dolar AS pada akhir tahun," katanya, Kamis (2/4).

Baca Juga

BI memandang nilai tukar saat ini berada pada level memadai. Perry juga menyampaikan, BI terus melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah agar bergerak stabil. Dalam sepekan terakhir, stabilitas berjalan baik, baik di pasar modal, maupun pasar keuangan.
Perry mengatakan saat ini rupiah terjaga dan masih undervalue. Keyakinan penguatan rupiah seiring dengan konfiden dari pasar yang terbangun. BI intens melakukan komunikasi dengan investor asing yang menyampaikan tetap konfiden pada Indonesia.
Dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) kemarin, disebutkan bahwa skenario terburuk rupiah mencapai Rp 17.500 dan Rp 20.000 per dolar AS. Perry menegaskan bahwa itu adalah what if scenario yang diantisipasi agar tidak terjadi, bukan proyeksi.

"What if scenario kalau kita tidak melakukan apa-apa," katanya.

Pemerintah dan otoritas terkait sudah punya berbagai kebijakan untuk menjaga agar kondisi ekonomi tidak memburuk. Ia juga memohon pada masyarakat agar mengikuti anjuran pemerintah baik pusat maupun daerah.

Pemerintah telah menganjurkan pembatasan sosial yang diperluas skalanya. Perry mengatakan kondisi ekonomi bisa memburuk jika masyarakat tetap bersikeras untuk keluar dari zona pandemik.
Ini akan membuat kasus infeksi jadi lebih banyak dan tingkat kematian yang lebih banyak juga. Jika penyebaran meluas, maka dampak kepada masyarakat akan jadi lebih buruk. Maka dari itu Perry mengajak masyarakat untuk bersama melawan wabah agar perekonomian kembali pulih.

"Dengan berbagai policy yang akan kita lakukan secara baik, pertumbuhan ekonomi kita harapkan akan tidak lebih rendah dari 2,3 persen," katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA