Thursday, 24 Ramadhan 1442 / 06 May 2021

Thursday, 24 Ramadhan 1442 / 06 May 2021

Tangkal Corona, Ganjar: Batasi Kunjungan ke Pasien

Senin 16 Mar 2020 15:02 WIB

Rep: S Bowo Pribadi/ Red: Teguh Firmansyah

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memberikan keterangan pers terkait virus Corona (COVID-19) kepada wartawan di rumah dinas Gubernur Jateng, Semarang, Jawa Tengah, Ahad (15/3/2020).(Antara/Aji Styawan)

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memberikan keterangan pers terkait virus Corona (COVID-19) kepada wartawan di rumah dinas Gubernur Jateng, Semarang, Jawa Tengah, Ahad (15/3/2020).(Antara/Aji Styawan)

Foto: Antara/Aji Styawan
Rumah sakit menjadi potensi terjadinya kerumunan banyak orang.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta seluruh rumah sakit di Jawa Tengah melakukan ‘pembatasan’ kunjungan pasien. Hal itu penting dilakukan guna mengurangi risiko penyebaran Covid-19 (virus Corona).

Pasalnya, rumah sakit menjadi salah satu tempat potensi kerumunan banyak orang, baik mereka yang antri berobat maupun para pengunjung pasien. Sehingga risiko penularan virus Corona di rumah sakit juga patut diwaspadai.

“Sehingga, rumah sakit menjadi salah satu tempat kerumunan yang patut diwaspadai dan saya minta kepada seluruh rumah sakit untuk sementara membatasi kunjungan pasien,” ungkapnya usai melakukan pengecekan kesehatan, di RSUD Tugurejo, Senin (16/3).

Ia juga meminta agar masyarakat tidak mengunjungi rumah sakit apabila memang tak diperlukan. Jika ada saudara, kerabat atau tetangga yang dirawat, kunjungan pasien lebih baik dibatasi.

“Percayakan saja semuanya kepada rumah sakit dan para medis. Artinya untuk kunjungan pasien mungkin cukup perwakilan saja, satu atau dua yang menengok dan tidak harus semuanya ikut,” tambah gubernur.

Rumah sakit lanjut dia juga diwajibkan melakukan pengecekan terhadap masyarakat yang hendak berkunjung. Bahkan bila perlu pengunjung yang akan masuk rumah sakit, sebelumnya harus diseleksi dengan ketat.

Hal ini untuk meminimalisir penularan virus Corona. “Saya minta ini ditaati dengan baik, jangan sampai ada yang tidak taat tapi dampaknya bisa lebih luas,” tegasnya.

Tak terkecuali, lanjut gubernur, terkait dengan keputusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah yang mengeluarkan kebijakan  meliburkan semua sekolah. Kepala sekolah, Dinas Pendidikan --baik provinsi maupun kabupaten/ kota-- diminta melakukan pengecekan.

Hal ini untuk memastikan keputusan meliburkan kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut dijalankan atau tidak. “Ini serius, agar kita bisa serentak bersama- sama mengurangi risiko penyebaran virus Corona dan kita bisa cepat menyelesaikan persoalan yang ada ini,” jelasnya.

Seperti diketahui, Jawa Tengah terus memperkuat langkah- langkah untuk mencegah penyebaran kasus virus corona di daerahnya. Hal ini dilakukan menyusul bertambahnya pasien yang positif telah terinfeksi.

Dari awalnya yang hanya dua kasus, dalam waktu kurang dari sepekan telah bertambah menjadi  empat kasus positif virus Corona. Dua pasien baru yang positif corona, saat ini telah mendapatkan penanganan di RSUP Kariadi Semarang dan RSUD Tidar Magelang.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah dan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, hari ini melakukan pengecekan kesehatan, guna mewaspadai penularan virus corona. Pengecekan kesehatan ini dijalani keduanya di RSUd Tugurejo, Semarang.

Dalam kesempatan ini, gubernur juga menjamin masyarakat bisa melakukan pengecekan kesehatan untuk mengantisipasi penularan virus corona, di rumah sakit milik Pemprov Jawa Tengah ini.

Selain RSUD Tugurejo, Pemprov Jawa Tengah juga menyiapkan enam rumah sakit lainnya untuk melayani tes kesehatan masyarakat. “Silahkan masyarakat periksa ke rumah sakit provinsi, semuanya gratis,” tegas Ganjar.

Dokter Patologi Klinik RSUD Tugurejo, Yenny saat berdialog dengan gubernur menjelaskan, virus Corona dapat ditangkal apabila kondisi kesehatan dan kondisi tubuh dalam kondisi yang baik

Namun untuk menjaga itu, pengecekan kesehatan sangat penting dilakukan. “Yang harus diketahui masyarakat, virus corona ini mudah bermutasi. Jadi bisa jadi, gejala yang timbul berbeda- beda dan harus diantisipasi dengan pengecekan kesehatan,” ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA