Thursday, 3 Ramadhan 1442 / 15 April 2021

Thursday, 3 Ramadhan 1442 / 15 April 2021

Kecuali Wuhan, tak Ada Lagi Kasus Corona di Provinsi Hubei

Jumat 06 Mar 2020 13:27 WIB

Red: Friska Yolandha

Warga bermasker berjalan di pusat Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China. Kecuali Wuhan, otoritas China melaporkan tidak ada kasus baru di Hubei.

Warga bermasker berjalan di pusat Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China. Kecuali Wuhan, otoritas China melaporkan tidak ada kasus baru di Hubei.

Foto: AP Photo/Arek Rataj
Dari total 80.552 kasus corona di dunia, lebih dari setengahnya berhasil sembuh.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Provinsi Hubei, dengan mengecualikan kota Wuhan, mencatat tidak ada kasus baru infeksi virus corona dalam 24 jam terakhir. Ini menjadi capaian pertama selama wabah terjadi dengan wilayah provinsi itu sebagai pusat penyakit bernama Covid-19 tersebut.

Sementara di Wuhan, titik awal munculnya infeksi corona, ada 126 kasus baru yang dilaporkan per Kamis (5/3), demikian keterangan dari Komisi Kesehatan Nasional yang disampaikan pada Jumat. Di luar Provinsi Hubei, muncul 17 kasus baru.

Sebanyak 16 kasus di antaranya dikonfirmasi sebagai penularan dari luar China. Rinciannya, 11 kasus di Gansu, empat di ibu kota Beijing, dan satu di Shanghai.

Baca Juga

Otoritas kesehatan melakukan karantina terhadap 311 penumpang dari Iran yang tiba di Lanzhou, ibu kota provinsi Gansu, seperti dilaporkan oleh stasiun televisi setempat pada Kamis. Bulan lalu, Gansu menjadi provinsi pertama di China yang menurunkan tingkat tanggap darurat wabah corona dari tingkat I ke tingkat III, menunjukkan penurunan kasus infeksi baru di wilayah tersebut. Sementara keempat kasus baru yang muncul di Beijing disebut berasal dari Italia.

Dengan penurunan jumlah kasus infeksi baru yang terjadi karena penularan lokal di China, saat ini otoritas terkait menaruh perhatian pada kemungkinan infeksi dari luar negeri.

Otoritas di Beijing, Shanghai, dan Guangdong, misalnya, telah berjanji akan melakukan karantina terhadap para pelancong yang tiba dari negara-negara dengan infeksi wabah yang tinggi. Beijing sendiri menandai Korea Selatan, Jepang, Iran, dan Italia.

Akumulasi kasus di seluruh wilayah China hingga saat ini mencapai 80.552 kasus, dengan 3.042 kasus kematian. Namun lebih dari setengahnya atau sebanyak 53.734 kasus infeksi itu berhasil disembuhkan.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA