Wednesday, 11 Syawwal 1441 / 03 June 2020

Wednesday, 11 Syawwal 1441 / 03 June 2020

Pancasila Terancam Lumpuh

Selasa 02 Aug 2016 13:25 WIB

Rep: Maspril Aries/ Red: Dwi Murdaningsih

Ketua MPR Zulkifli Hasan.

Ketua MPR Zulkifli Hasan.

Foto: mpr

REPUBLIKA.CO.ID, INDRALAYA -- Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia (RI) saat seperti antara ada dan tiada, ada seperti tidak bermakna. Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan dalam kuliah umum di depan mahasiswa baru Universitas Sriwijaya (Unsri) tahun 2016/ 2017 pada Program Pengenalan Kehidupan Kampus (PK2) Unsri, Selasa (2/8).

Zulkifli Hasan di depan ribuan mahasiswa di gedung auditorium Unsri di Indralaya, mengatakan, “Pancasila sebagai dasar negara saat ini terancam lumpuh. 18 tahun reformasi kita melahirkan banyak hal, demokrasi tumbuh subur. Selama reformasi  Pancasila tertinggal, kita gagal memelihara dan Pancasila.”

Pada kuliah umum yang dihadiri Wakil Gubernur Sumsel Ishak Mekki dan Rektor Unsri Anis Saggaff, Ketua MPR menjelaskan, “Pancasila sebagai dasar negara sudah final. Dari hasil survei, 96 persen menyatakan setuju, satu persen tidak menjawab dan tiga persen menyatakan tidak setuju.”

Kepada para mahasiswa baru Unsri, Zulkifli Hasan juga melontarkan pertanyaan, “Apakah penting Pancasila diajarkan kembali di sekolah dan perguruan tinggi?” Dijawab mahasiswa serentak, “Penting!”

“Di ruangan ini, 100 persen menyatakan penting Pancasila diajarkan kembali. Memang berdasarkan survei sebanyak 99,8 menyatakan setuju Pancasila diajarkan kembali di sekolah dan kampus perguruan tinggi,” kata mantan Menteri Kehutanan.

Menurut Ketua MPR Zulkifli Hasan, Pancasila yang terancam lumpuh merupakan tantangan kita sebagai bangsa dalam menghadapi era keterbukaan yang akan dihadapi generasi muda kita, generasi X, Y dan Z.

“Kita khawatir jika nilai-nilai Pancasila tidak lagi dipahami generasi muda kita ke depan. Survei yang dilakukan Lemhanas menyebutkan, dalam 50 – 100 tahun ke depan akan ada pendapat yang menyatakan nusantara tidak perlu, wawasan nusantara tidak perlu. Bagi mereka yang penting makmur walau NKRI harus terpecah-pecah,” ujar Zulkifli Hasan.

Kepada para mahasiswa baru Unsri, Ketua MPR mengajak menjadikan Pancasila sebagai dasar, filosofi juga  pandangan hidup. “Pancasila harus menjadi perilaku manusia Indonesia sehari-hari. Perilaku warga negara dan bangsa Indonesia harus  disinari cahaya Ilahi.”

Zulkifli Hasan juga mengingatkan para mahasiswa bahwa Bangsa Indonesia saat ini tengah memasuki era pertarungan bebas, di politik dalam pemilihan kepala daerah yang meraih suara banyak adalah yang menang yang sedikit kalah.

“Di dunia bisnis kita juga memasuki era pertarungan bebas, yang kuat menang yang  kalah jadi follower. Itu yang terjadi pada era demokrasi kita sekarang ini. Kepada pada mahasiswa saya berpesan, untuk menghadapi era tersebut setiap kita harus memiliki nilai tambah,” pesan Ketua MPR.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 
 
Terpopuler