Wednesday, 13 Zulqaidah 1442 / 23 June 2021

Wednesday, 13 Zulqaidah 1442 / 23 June 2021

Hidayat Nur Wahid: Indonesia Harus Protes ke Israel

Senin 14 Mar 2016 18:04 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Winda Destiana Putri

Hidayat Nur Wahid

Hidayat Nur Wahid

Foto: ROL/Fian Firatmaja

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, kesal dengan ulah Israel yang melarang Menlu Retno Marsudi untuk masuk ke Palestina. Oleh karena itu, Hidayat meminta Indonesia mengambil sikap tegas terhadap sikap Israel tersebut.

Menurut Wakil Ketua Majelis Syuro PKS itu, ini kali ke dua Israel tidak mengizinkan Menuu RI untuk melaksanakan tugas negara untuk memasuki RamaLlah Palestina. Pertama kali Israel melarang Menlu Marti Natalegawa, dan kali ini Menlu Retno.

''Dulu pak Marti melakukan protes keras. Sekarang mestinya bu Retno sampaikan protes yang lebih keras lagi,'' kata Hidayat, saat dihubungi, Senin (14/3).

Sebab, lanjut Hidayat, Menlu bukan hanya sedang melaksanakan tugas negara, tapi juga amanah dari KTT LB OKI. Ia mengatakan, perilaku Israel hanya medemonstrasikan pihak yang tak ingin hadirkan solusi damai dengan diakuinya Palestina sebagai negara merdeka yang berdaulat.

''Pihak Indonesia juga harus suarakan protesnya di PBB juga,' ujar dia.

Hidayat menambahkan, setelah buka konsul kehormatan di Ramallah, seharusnya RI juga tegaskan bahwa konsul itu juga meliputi Palestina keseluruhan. Bukan hanya untuk Ramallah dan meninggalkan Gaza.

''Lebih bagus lagi kalau Indonesia untuk serius upayakan rekonsiliasi sebagai syarat kemerdekaan Palestina, maka RI juga buka konsul di Gaza dan Yerussalem,'' ucapnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA