Selasa , 08 Dec 2015, 19:23 WIB

Penyaluran Bantuan Benih Perlu Dievaluasi Lagi

Rep: sonia fitri/ Red: Taufik Rachman
Antara/Dedhez Anggara
Seorang petani memanen benih padi di lahan persawahan Desa Pekandangan, Indramayu, Jawa Barat.
Seorang petani memanen benih padi di lahan persawahan Desa Pekandangan, Indramayu, Jawa Barat.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Ketua Umum Asosiasi Bank Benih Tani Indonesia (AB2TI), Dwi Andreas Santosa minta agar pemerintah melakukan evaluasi penyaluran benih, agar benih yang dibagikan tidak sia -sia seperti tahun lalu.

Disebut sia-sia, sebab waktu pemberian benih padi bersubsidi kepada petani sering telat. "Benih disalurkan saat petani sudah memasuki masa panen atau menjelang panen, itu kan jadi sia-sia," katanya pada Selasa (8/12).

Dwi yang dosen di Institut Pertanuan Bogor menyadari pemberian benih bersubsidi bergantung kepada anggaran negara di mana prosedurnya kerap menghambat laju distribusi. Proses yang tak tepat waktu membuat petani membeli benih kepada swasta atau jaringan asosiasi petani.

Penyaluran benih bersubsidi bertujuan mengurangi beban biaya produksi yang ditanggung petani. Namun dalam pelaksanaannya, penyaluran benih kerap terlambat, tidak tepat sasaran dan menjadi sia-sia.

Alih-alih menganggarkan dana besar untuk benih bersubsidi, lebih baik pemerintah memberikan uang langsung kepada petani dengan mekanisme tertentu. Nantinya, uang tersebut bisa diatur mandiri oleh petani, menyesuaikan kebutuhan mereka.

"Tidak usah benih bersubsidi, lebih baik kasih uangnya saja langsung ke petani," katanya. Di samping itu, anggaran juga bisa dialokasikan untuk memperkuat desa mandiri benih.  

Di sisi lain, Pengamat ekonomi pertanian Universitas Padjadjaran Ronnie S Natawidjaja justru menyebut benih padi bersubsidi masih dibutuhkan sebagian petani. Hal ini mengingat masih banyak petani konvensional yang tidak memiliki banyak modal.

"Katanya BUMN penyalur benih akan direhabilitasi, itu memang harus dilakukan," ujarnya. Maksud dia, penyaluran benih masih penting, tinggal tata cara penyalurannya saja ya gmesti diperbaiki. Jangan sampai penyalurannya terlambat apalagi tidak tepat sasaran. Kesalahan pemerintah di 2015 dan tahun-tahun belakangan jangan diulangi di 2016.

Video

Setjen DPR RI Komit Berdayakan Perempuan