Senin , 10 July 2017, 21:20 WIB

Program Penertiban Impor Milik Bea Cukai 'Banjir' Dukungan

Red: Qommarria Rostanti
Humas Bea Cukai
Temu wicara Bea Cukai dengan Asosiasi Industri Persepedaan Indonesia (AIPI), Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), dan Asosiasi Elektronik Indonesia (Gabel), Senin (10/7).
Temu wicara Bea Cukai dengan Asosiasi Industri Persepedaan Indonesia (AIPI), Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), dan Asosiasi Elektronik Indonesia (Gabel), Senin (10/7).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bea Cukai telah memulai program Penguatan Reformasi Kepabeanan dan Cukai (PRKC) sejak Desember 2016. Program ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan penerimaan negara dengan kegiatan yang lebih adil dan taat hukum.

Program tersebut tidak hanya menyasar kinerja internal, namun juga para pengguna jasa Bea Cukai. Untuk menyampaikan perkembangan program ini kepada para pengguna jasa, Bea Cukai menggelar acara temu wicara bertajuk "Sharing Session Program Penguatan Reformasi Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) kepada Pengguna Jasa Kepabeanan dan Cukai". Kegiatan berlangsung sejak Jumat (7/7) hingga Rabu (12/7) mendatang.

Hari ini Bea Cukai mengundang Asosiasi Industri Persepedaan Indonesia (AIPI), Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), dan Gabungan Perusahaan Industri Elektronik dan Alat-alat Listrik Rumah Tangga Indonesia (Gabel). Pasalnya komoditi ketiga asosiasi tersebut berpengaruh signifikan terhadap penerimaan negara. Bea Cukai berkomitmen melakukan program perbaikan secara terus-menerus.

Posisi Bea Cukai cukup strategis, bukan hanya dalam penerimaan negara, tetapi juga berpengaruh besar terhadap dunia usaha. "Puncaknya adalah melalui program penguatan reformasi kepabeanan dan cukai ini, yang muatannya bukan hanya penguatan tapi juga dianggap sebagai momentum untuk transisi menuju babak baru yang semakin akuntabel dan amanah,” ujar Kasubdit Perencanaan Strategis dan Manajemen Transformasi Bea Cukai, Ambang Priyonggo dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Senin (10/7).

Terkait penanganan impor berisiko tinggi, Ambang menyebut salah satu strategi yang dilakukan Bea Cukai adalah dengan melaksanakan kegiatan taktis operasional. Hal ini dilakukan melalui pengawasan kinerja internal, kerja sama dengan aparat penegak hukum dan kementerian/lembaga, serta sinergi dengan asosiasi.

Menanggapi penanganan impor berisiko tinggi oleh Bea Cukai, perwakilan API, Nur Beni mengatakan pihaknya mendukung penuh program Bea Cukai dan telah memproyeksikan rencana untuk mengimplementasikan dukungan tersebut. “Kami telah berkoordinasi dengan Bea Cukai dan satu pekan dari sekarang kami akan mengumpulkan anggota API dan membentuk tim untuk mengidentifikasi permasalahan yang ada di lapangan,” kata dia.

Dukungan serupa juga disampaikan oleh Ketua AIPI, Rudiono. “Saya rasa ini program yang baik dan kami siap mendukung penuh, serta mengawal pelaksanaan program ini," ujarnya. Langkah selanjutnya, AIPI akan menyosialisasikan program tersebut kepada para anggota lain. Rudiono mengimbau kepada para anggota untuk selalu mematuhi aturan yang berlaku dan melupakan segala kegiatan-kegiatan lalu yang tidak sesuai dengan aturan pemerintah.