Agar Pahala Puasa Ramadhan tak Tergerus Hilang

Red: Hasanul Rizqa

Sabtu 25 Apr 2020 22:53 WIB

Puasa Ramadhan (ilustrasi) Foto: Yogi Ardhi/Republika Puasa Ramadhan (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- "Setiap amal manusia adalah untuknya kecuali puasa. (Puasa) itu adalah untuk-Ku dan ada pahala dengannya." Demikian hadis qudsi sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah.

Dalam kaitan ini, Rasulullah SAW bersabda, "Betapa banyak dari mereka yang berpuasa tidak mendapatkan apa-apa kecuali rasa lapar dan haus."

Baca Juga

Mengapa puasa mereka tak diterima Allah SWT? Jawabannya, bisa ditilik dari niat mereka berpuasa dan apa saja yang telah mereka lakukan kala berpuasa.

Nabi SAW, tiap amalan tergantung pada niat. Niat berpuasa dalam bulan suci Ramadhan pun mesti benar-benar ikhlas, yakni hanya mengharapkan ridha Allah Ta'ala.

Di antara sifat-sifat Allah ialah Mahapencemburu (al-Ghayyur). Maka, hendaklah niat seorang hamba dalam berpuasa hanya karena Allah.

Selanjutnya, jagalah diri tidak hanya dari pembatal puasa, melainkan juga penggerus pahala puasa.

Tindakan dan perilaku yang dapat mengikis atau bahkan menghapuskan sama sekali pahala puasa, antara lain, berbohong, menipu, mengadu domba, ghibah (membicarakan kejelekan orang lain), ataupun menyaksikan sesuatu dengan pandangan yang penuh syahwat.

Walaupun secara hukum ibadah puasanya benar, namun jika perilaku-perilaku tersebut di atas dilakukan, maka bisa jadi pahala puasanya batal. Nabi SAW bersabda, "Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan bohong dan amalan kebohongan, maka tidak ada bagi Allah hajat (untuk menerima) dalam hal ia meninggalkan makan dan minumnya.''

Marilah kita jaga dan pelihara pahala ibadah shaum dan puasa dari hal-hal yang membatalkannya. Jangan sampai seperti yang disabdakan Rasulullah SAW, kita tidak mendapatkan apa-apa dari amal ibadah puasa kita kecuali rasa lapar dan haus.

Terpopuler